JAWA TIMURSumenep

Pemuda Asal Gili Iyang Tuntaskan Studi Doktor Hanya dalam 4 Semester, Bukti Keterbatasan Bukan Penghalang Prestasi

106
×

Pemuda Asal Gili Iyang Tuntaskan Studi Doktor Hanya dalam 4 Semester, Bukti Keterbatasan Bukan Penghalang Prestasi

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Kabar membanggakan kembali hadir dari Kabupaten Sumenep. Seorang pemuda asal Pulau Gili Iyang, kawasan kepulauan yang dikenal memiliki kadar oksigen tertinggi, berhasil menorehkan prestasi gemilang di dunia akademik. Mawardi, demikian nama pemuda tersebut, sukses menyelesaikan sidang tertutup program Doktor (S3) hanya dalam waktu 4 semester atau sekitar dua tahun masa studi di Program Doktor Hukum Keluarga Islam, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Keberhasilan ini menjadi kebanggaan luar biasa, tidak hanya bagi keluarga dan warga Pulau Gili Iyang, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sumenep. Di tengah keterbatasan akses dan tantangan geografis yang kerap dihadapi wilayah kepulauan, capaian Mawardi membuktikan bahwa jarak dan lokasi bukanlah penghalang untuk meraih pendidikan hingga jenjang tertinggi.

Sidang tertutup disertasi yang dilaksanakan di lingkungan Pascasarjana UIN Malang merupakan tahapan krusial sebelum menuju sidang terbuka promosi doktor. Menyelesaikan pendidikan doktoral dalam waktu yang relatif singkat ini bukanlah perkara mudah, mengingat jenjang S3 menuntut ketekunan ekstra, kemampuan riset mendalam, publikasi ilmiah, hingga penyusunan disertasi yang orisinal dan bernilai keilmuan tinggi.

Usai sidang, Mawardi menyampaikan rasa syukurnya dan mengungkapkan bahwa capaian ini tidak semata hasil kerja keras pribadi, melainkan juga berkat dukungan keluarga, bimbingan para dosen, serta doa seluruh masyarakat. Baginya, keberhasilan ini memiliki makna lebih luas dari sekadar gelar akademik.

“Ini bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi menjadi bukti dan motivasi bahwa putra-putri daerah kepulauan juga mampu bersaing dan berprestasi di tingkat akademik tertinggi. Saya berharap langkah kecil ini bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya yang berasal dari wilayah kepulauan atau daerah terpencil, untuk tidak berhenti bermimpi dan belajar,” ujar Mawardi.

Kajian ilmiah yang dituangkannya dalam disertasi pun sangat dekat dengan kehidupan masyarakat. Penelitiannya mengangkat tema mengenai penyelesaian sengketa perceraian berbasis masyarakat melalui peran pemerintah desa, dengan pendekatan integratif hukum responsif dan perspektif maqasid syariah. Penelitian ini menyoroti bagaimana praktik mediasi sosial dan kearifan lokal di tingkat desa berperan besar dalam menyelesaikan masalah kewargaan.

Prestasi ini pun disambut bangga oleh H. Masdawi, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep yang juga berasal dari Pulau Gili Iyang. Ia menilai sosok Mawardi sebagai representasi nyata bahwa anak daerah memiliki kualitas dan daya saing yang tak kalah dari yang lain.

“Setiap ada kemauan disertai usaha yang sungguh-sungguh, di situ pasti ada jalan untuk mencapainya. Semoga keberhasilan ini menginspirasi para pemuda dan pemudi ke depannya agar semakin giat menempuh pendidikan,” ungkap H. Masdawi penuh semangat.

Apresiasi juga datang langsung dari Kepala Desa Banra’as, H. Mathor. Ia merasa bangga sekaligus tersanjung karena materi disertasi yang dipertahankan Mawardi ternyata berangkat dari penelitian dan kearifan lokal yang ada di desanya.

“Saya sangat mengapresiasi karya ini. Salah satu pemuda Desa Banra’as ini mampu mengangkat kearifan lokal yang ada di tengah masyarakat kita, mengkajinya secara mendalam, lalu menyajikannya menjadi sebuah disertasi yang dipertahankan di jenjang Doktoral UIN Malang. Ini hal yang sangat luar biasa,” ujar H. Mathor dengan gembira.

Keberhasilan Mawardi diharapkan menjadi pendorong semangat bagi pemuda Madura pada umumnya, dan warga kepulauan pada khususnya, untuk terus membangun kualitas diri melalui pendidikan tinggi, serta membuktikan bahwa dari pulau-pulau kecil pun lahir pemikir-pemikir besar yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.”

Pewarta: HR-EKA

Tinggalkan Balasan