JAWA TIMURSumenep

Hari Bidan Internasional 2026: Direktur RSUDMA Tegaskan Peran Vital Bidan dalam Menjaga Keselamatan Ibu dan Bayi

27
×

Hari Bidan Internasional 2026: Direktur RSUDMA Tegaskan Peran Vital Bidan dalam Menjaga Keselamatan Ibu dan Bayi

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Peringatan Hari Bidan Internasional yang diperingati setiap tanggal 5 Mei kembali menjadi momen penting untuk menyoroti peran besar dan kontribusi nyata para bidan dalam dunia pelayanan kesehatan, khususnya dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi. Hal ini disampaikan Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Erliyati, dalam peringatan Hari Bidan Internasional 2026.

Menurut Erliyati, profesi bidan memegang posisi strategis sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan. Tanggung jawab mereka sangat luas dan krusial, mencakup pendampingan serta pelayanan sejak masa kehamilan, proses persalinan yang penuh risiko, hingga masa nifas ibu dan perawatan bayi baru lahir. Peran inilah yang menjadikan bidan sebagai ujung tombak utama dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi, yang menjadi indikator penting keberhasilan pembangunan kesehatan.

Ia menegaskan, peringatan tahun ini bukan sekadar seremonial, melainkan momentum untuk memperkuat kembali komitmen seluruh pihak terhadap pentingnya peran bidan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.

“Momentum ini menjadi pengingat akan pentingnya posisi bidan dalam menjaga keselamatan ibu dan bayi, sekaligus mendorong peningkatan layanan kesehatan secara menyeluruh yang lebih baik lagi,” ujar Erliyati, Selasa (12/5/2026).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tema Hari Bidan Internasional tahun ini mencerminkan kebutuhan global yang semakin mendesak akan ketersediaan tenaga bidan yang tidak hanya jumlahnya memadai, tetapi juga kompeten, berkualitas, dan mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks.

Selain tugas medis yang utama, Erliyati juga menekankan peran multidimensi yang dimiliki bidan. Mereka tidak hanya menangani aspek kesehatan fisik, tetapi juga berperan sebagai pendidik, pendamping, serta pemberi dukungan psikologis bagi ibu hamil dan seluruh keluarganya.

“Peran multidimensi inilah yang sangat membantu menciptakan layanan kesehatan yang komprehensif, tidak kaku, dan sangat humanis, sehingga ibu merasa aman dan didampingi dengan baik,” ungkapnya.

Secara khusus, Erliyati juga memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh bidan yang bertugas di wilayah Kabupaten Sumenep, termasuk mereka yang mengabdi di daerah terpencil, wilayah kepulauan, dan pelosok desa. Menurutnya, kehadiran dan dedikasi mereka adalah bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan wajib dan harus bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali, meskipun akses dan medan yang sulit.

Dedikasi, ketulusan, dan sikap profesionalisme yang ditunjukkan para bidan, kata dia, menjadi faktor penentu utama dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Melalui momen ini, ia berharap Hari Bidan Internasional dapat menjadi penyemangat bagi seluruh bidan untuk terus berinovasi, menginspirasi rekan sejawat, serta memberikan pelayanan terbaik sesuai standar profesi. Bidan, tambahnya, adalah sosok istimewa yang selalu hadir di fase paling penting dalam kehidupan manusia, yaitu saat awal kehidupan dimulai.

Di akhir pernyataannya, Erliyati menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas segala pengabdian yang telah diberikan.

“Saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh bidan yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan hati demi pelayanan terbaik bagi ibu, bayi, dan keluarga di Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Pewarta: HR-Eka

Tinggalkan Balasan