JAWA TIMURSumenep

Alumni Lubangsa PPA Gagas Majelis Salakan, Wadah Sinergi Alumni, Santri, dan Simpatisan

54
×

Alumni Lubangsa PPA Gagas Majelis Salakan, Wadah Sinergi Alumni, Santri, dan Simpatisan

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Sejumlah alumni Daerah Lubangsa, Pondok Pesantren An-Nuqayah (PPA), mengambil inisiatif besar dengan menggagas dan membentuk sebuah forum kebersamaan bernama Majelis Salakan. Forum unik ini tidak hanya diperuntukkan bagi kalangan alumni semata, tetapi juga terbuka dan melibatkan santri aktif serta simpatisan.

Langkah ini diambil sebagai upaya konkret untuk memperkuat sinergi dan kontribusi bersama demi kemajuan almamater tercinta.

Pembentukan Majelis Salakan berangkat dari keinginan luhur untuk terus mengabdi serta memberikan kontribusi nyata bagi pesantren, masyarakat, bangsa, dan negara. Gagasan ini lahir dari diskusi hangat para alumni yang kemudian mendapat sambutan positif dan dukungan luas dari berbagai elemen.

Majelis Salakan dihadirkan sebagai wadah yang bersifat kultural dan partisipatif. Dengan semangat memperkuat kontribusi secara produktif, forum ini dirancang tidak berbentuk organisasi formal yang kaku, melainkan menjadi ruang sinergi yang cair, inklusif, dan berorientasi pada kemanfaatan bersama.

Majelis Salakan dihadirkan sebagai wadah yang bersifat kultural dan partisipatif.

“Majelis Salakan diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan gagasan, potensi, dan sumber daya, baik dari alumni, santri aktif, maupun simpatisan secara guyub dan penuh kekeluargaan,” demikian tertuang dalam visi misi pembentukan majelis tersebut.

Forum ini diproyeksikan menjadi “rumah bersama” bagi seluruh elemen keluarga besar Lubangsa. Diharapkan mampu memperkuat nilai-nilai kebersamaan, menjaga kesinambungan tradisi keilmuan dan keislaman, serta menghadirkan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.

Salah satu penggagas Majelis Salakan, Kiai Fathol Bari, menyambut sangat baik inisiatif ini. Ia menilai keterlibatan berbagai kalangan, mulai dari alumni, santri aktif, hingga simpatisan menjadi kekuatan tersendiri.

“Dengan melibatkan alumni, santri aktif, dan simpatisan, Majelis Salakan memiliki potensi besar untuk menjadi wadah yang produktif dan berdampak luas, baik untuk pesantren maupun masyarakat,” ujar Kiai Fathol Bari.

Ia juga menekankan agar dalam setiap gerakan, nilai keikhlasan, kebersamaan, dan tradisi pesantren senantiasa menjadi ruh atau jiwa yang mendasari seluruh kegiatan.

Adapun tujuan pembentukan Majelis Salakan secara rinci meliputi:

1. Menjadi forum yang memperkuat partisipasi kolektif dalam mendukung pengembangan Lubangsa.
2. Menjaga dan melanjutkan nilai-nilai keislaman serta tradisi keilmuan pesantren.
3. Menghimpun potensi dan sumber daya dari alumni, santri aktif, dan simpatisan.
4. Mendorong peningkatan kompetensi di bidang keagamaan, akademik, dan kewirausahaan.
5. Mempererat jejaring dan silaturahmi sebagai kekuatan kolektif yang berkelanjutan.

Sebagai langkah awal, peresmian Majelis Salakan insya Allah akan dilaksanakan pada Minggu, 17 Mei 2026. Acara peresmian akan bertempat di MAN Surabaya dan akan diresmikan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren An-Nuqayah Daerah Lubangsa.

Dengan semangat kebersamaan dan pengabdian, kehadiran Majelis Salakan diharapkan mampu menyatukan potensi lintas generasi dalam mendorong kemajuan Lubangsa secara berkelanjutan.”

Pewarta: HR-Eka

Tinggalkan Balasan