JAWA TIMURSumenep

Bupati Sumenep: Intinya Kebijakan atau Orang yang Turun, yang Penting Masalah Selesai

30
×

Bupati Sumenep: Intinya Kebijakan atau Orang yang Turun, yang Penting Masalah Selesai

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Penanganan pelayanan publik dan penanggulangan bencana di Kabupaten Sumenep terus ditingkatkan dengan memanfaatkan sistem teknologi yang terintegrasi. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan bahwa keberhasilan pemerintahan tidak melulu soal sosok pemimpin yang harus selalu hadir di lapangan, melainkan bagaimana kebijakan dan sistem dapat bekerja efektif menyelesaikan masalah masyarakat.

Menurutnya, ada dua hal inti dalam pemerintahan, yaitu kebijakannya yang turun atau orangnya yang turun.

“Program itu sebenarnya kan intinya ada dua, kebijakannya yang turun atau orangnya yang turun. Bupati itu boleh turun, boleh juga tidak turun. Kalau kebijakannya sudah turun ke masyarakat, ya bupati harus turun. Yang penting kan selesai,” tegas Bupati Fauzi.

Salah satu bukti nyata dari sistem yang berjalan tersebut adalah hadirnya layanan Konsenter 112. Layanan ini dirancang khusus untuk menangani berbagai hal yang bersifat darurat dan gawat darurat yang terjadi di masyarakat.

Bupati menjelaskan, melalui nomor 112, masyarakat bisa melaporkan berbagai kondisi darurat mulai dari kebakaran, banjir, hingga gangguan keamanan seperti adanya satwa liar (ular), orang yang mengalami gangguan jiwa, maupun masalah sosial lainnya.

“Orang kalau ada sesuatu gawat, kebakaran, banjir, ada ular, ada orang gila, dan sebagainya. Yang bersifat gawat, langsung telepon 112. Hitungan menit akan selesai dan tertangani,” ujarnya.

Tidak hanya bencana alam, layanan ini juga menjangkau masalah sosial dasar. Misalnya, ketika warga melaporkan adanya rumah yang tidak layak huni, sistem akan langsung bekerja.

“Ada rumah tidak layak huni misalnya, masyarakat telepon. Kita cek, benar tidak mampu, kita selesaikan. Itu berjalan, secara sistem itu berjalan. Gak ada alasan telepon 112 terus tidak ditindaklanjuti, karena ini sistem,” tegasnya.

Kecepatan penanganan ini didukung oleh teknologi yang memungkinkan pelaporan terintegrasi secara langsung. Begitu ada panggilan masuk atau laporan dari masyarakat, informasi tersebut otomatis tersalur.

“Begitu sudah telepon, Kepala dinas terkait dengan anak buahnya langsung menerima pesan melalui WhatsApp, kayak di-forward gitu ya. Otomatis sistem memberi tahu bahwa di lokasi ini ada masalah, Anda harus tangani dan selesaikan,” jelas Bupati.

Proses pemantauannya pun dilakukan secara transparan dan akuntabel. Petugas yang turun ke lapangan wajib mendokumentasikan pekerjaan mereka.

“Terus pemantauannya, bahwa itu sudah dikerjakan, dia foto, dia laporkan di situ. Baru kita bisa melihat selesai atau belum. Kecepatan itu akan menjadi nilai. Orang akan menilai, oh dinas ini sekian persen responsnya, dinas ini sekian persen penyelesaiannya,” tambahnya.

Sistem yang dibangun ini tidak bekerja sendiri, melainkan sudah terhubung dengan seluruh elemen penanganan darurat yang ada di daerah.

“Siapa yang terima pesan, yuk berangkat. Begitu ada kebakaran, pemadam berangkat. Selesai api padam, di belakangnya Dinsos datang, kasihkan bantuan. Dari sistem ini terintegrasi semua,” ungkapnya.

Bahkan, jangkauan koordinasinya sudah mencakup seluruh unsur penegak hukum dan keamanan.

“Sampai ke kepolisian, sampai ke TNI, semuanya terhubung. Sampai ke Basarnas juga. Jadi satu laporan, semua pihak terkait tahu dan bisa bergerak cepat sesuai tugas dan fungsinya masing-masing,” pungkas Bupati Fauzi.

Pewarta:Eka-HR

Tinggalkan Balasan