SUMENEP,Globalindo.net — Dugaan penyalahgunaan bantuan sosial kembali mencuat di Desa Buddi, Kecamatan Kangean, Kabupaten Sumenep. Praktik jual beli beras bantuan yang sebelumnya dikeluhkan warga kini mengarah pada ordal ( orang dalam dalam) pemerintahan desa.
Sejumlah sumber menyebut, praktik tersebut diduga melibatkan istri Kepala Desa Buddi dan iparnya kades selaku Sekretaris Desa, yang juga memiliki hubungan kekerabatan dengan kepala desa. Kalau memang ada keterlibatan orang-orang terdekat ini akan menimbulkan pertanyaan serius tentang tata kelola distribusi bantuan di tingkat desa.
Sebelumnya, warga mengaku diminta membayar Rp25.000 untuk mengambil beras bantuan yang seharusnya diterima secara cuma-cuma. Keluhan itu sempat beredar luas, namun belum mendapat penjelasan resmi dari pemerintah desa.
Penelusuran lebih lanjut mengindikasikan bahwa praktik tersebut tidak berdiri sendiri. Dugaan kuat adanya pembiaran hingga keterlibatan pihak internal desa menguat seiring munculnya keterangan dari berbagai pihak.
Upaya konfirmasi kepada Kepala Desa Buddi belum membuahkan hasil. Saat ditemui, ia memilih tidak memberikan tanggapan. Sikap bungkam ini justru memantik spekulasi di tengah masyarakat.
Sejumlah warga mendesak aparat berwenang segera turun tangan. Mereka meminta agar dugaan penyelewengan bantuan ini diusut tuntas, serta memastikan bantuan sosial disalurkan tanpa pungutan dan tepat sasaran.
Hingga berita ini terbit, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah desa terkait dugaan tersebut.”
Pewarta: HR-Eka












