JAWA TIMURSumenep

Proyek Rehabilitasi MTs Nonggunong Disorot, Aktivis: Tak Ada Papan Info, Pengelola pun Tak Tahu

26
×

Proyek Rehabilitasi MTs Nonggunong Disorot, Aktivis: Tak Ada Papan Info, Pengelola pun Tak Tahu

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Dugaan ketidaktransparanan pelaksanaan proyek pembangunan dan rehabilitasi gedung Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Desa Nonggunong memantik reaksi keras dari kalangan aktivis muda.

Salah satu aktivis yang peduli terhadap kepentingan masyarakat, Misbahol Munir, menilai bahwa setiap proyek yang menggunakan anggaran negara wajib dilakukan secara terbuka dan dapat diketahui oleh publik.

Menurut Misbahol, transparansi merupakan hal mendasar. Karena itu, setiap pekerjaan pembangunan seharusnya dilengkapi dengan papan informasi atau prasasti proyek agar masyarakat mengetahui detailnya.

“Apapun proyeknya, kalau masih menggunakan uang negara, bukan uang pribadi, maka wajib hukumnya memasang papan informasi atau prasasti. Jadi masyarakat bisa tahu anggarannya berapa dan estimasi jangka waktu pekerjaannya,” tegas Misbahol kepada awak media, Sabtu (18/4/2026).

Ia menyoroti secara khusus kondisi proyek di MTs Nonggunong yang dinilai sangat aneh dan penuh tanda tanya. Pasalnya, pihak pengelola sekolah sendiri disebut tidak mengetahui siapa pelaksana proyek maupun besaran anggaran yang digunakan.

“Kalau di MTs Nonggunong ini jelas penuh tanda tanya. Pengelola MTs saja tidak mengetahui siapa pelaksananya dan berapa anggarannya. Ini sungguh aneh,” ujarnya.

Bahkan, saat awak media mencoba melakukan konfirmasi langsung kepada Kepala Sekolah, jawaban yang diberikan pun sama membingungkan.

“Kepala sekolah saat dikonfirmasi bilang tidak tahu anggarannya berapa. Dia hanya tahu kalau pekerjaan itu berasal dari Dinas PUTR,” jelas wartawan di lokasi.

Kondisi ini tentu sangat mencurigakan, mengingat proyek tersebut dilakukan di lingkungan sekolah yang seharusnya dikoordinasikan dengan pihak pengelola.

Menanggapi hal tersebut, Misbahol Munir menyatakan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan melaporkan kasus ini kepada pihak berwenang agar dilakukan penelusuran lebih lanjut.

Ia ingin memastikan bahwa penggunaan uang negara berjalan sesuai aturan dan tidak ada penyimpangan yang merugikan publik.

“Nanti saya akan laporkan agar bisa ditelusuri secara terang benderang. Kami ingin memastikan pelaksanaan proyek dan anggarannya berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Melalui langkah ini, ia berharap kejanggalan yang terjadi dapat segera terungkap dan menjadi pelajaran agar proyek-proyek selanjutnya lebih transparan dan akuntabel.

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan