BeritaSumenep

Viral…!!! Misteri Bantuan Sepuluh Ekor Sapi di Manding Timur Dugaan Raib Dimakan Jin

118
×

Viral…!!! Misteri Bantuan Sepuluh Ekor Sapi di Manding Timur Dugaan Raib Dimakan Jin

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi AI

SUMENEP, Globalindo.net – Keberadaan bantuan ternak sapi yang masuk ke Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, kini menjadi tanda tanya besar. Bantuan yang seharusnya berjumlah sepuluh ekor diduga hanya diterima sebanyak sembilan ekor, sehingga satu ekor lainnya hilang bagaikan ditelan bumi.

Kondisi ini menuai pertanyaan dari berbagai pihak, khususnya warga sekitar Manding timur yang merasa kecewa atas pengelolaan bantuan yang dinilai tidak transparan.

“Pasalnya biasanya bantuan tersebut sepuluh ekor, yang datang hanya sembilan. Terus yang satu itu kemana?” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (13/04/2026).

Bahkan Kepala Desa Akui Sapi Sudah Tidak Ada Ketika dikonfirmasi oleh awak media terkait keberadaan bantuan tersebut, dan Kepala Desa Manding Timur membenarkan bahwa sapi-sapi tersebut saat ini sudah tidak ada atau sudah tidak berada di lokasi semula.

terungkap fakta yang cukup mencengangkan, di mana beberapa sapi bantuan tersebut sempat dipelihara oleh tetangga penerima bantuan. Namun, yang menjadi sorotan adalah setelah sapi tersebut diduga telah dijual, pihak yang memelihara tidak mendapatkan imbalan atau biaya pemeliharaan sama sekali.

“Lucunya, sapi itu dipelihara tetangganya, diduga sudah dijual, tapi yang memelihara tidak dikasih apa-apa. Pertanyaannya sekarang, uang hasil penjualan sapi itu kemana?” tambah sumber tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim media masih kesulitan untuk mendapatkan keterangan langsung dari pihak yang menerima bantuan tersebut. Alasannya, pihak media tidak memiliki nomor telepon atau kontak yang bisa dihubungi untuk meminta klarifikasi lebih lanjut terkait nasib sapi-sapi tersebut.

Masyarakat pun berharap adanya pemeriksaan dari pihak berwenang untuk menelusuri jejak sepuluh ekor sapi yang hilang tersebut serta mempertanggungjawabkan sapi-sapi yang diduga sudah dijual namun tidak jelas alur dan tujuannya.

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan