BeritaSumenep

Dugaan Sajikan Makanan Basi, Wali Murid Minta Presiden dan Bupati Sumenep Tutup Dapur MBG Pakandangan Tengah

100
×

Dugaan Sajikan Makanan Basi, Wali Murid Minta Presiden dan Bupati Sumenep Tutup Dapur MBG Pakandangan Tengah

Sebarkan artikel ini
gambar ilustrasi AI

SUMENEP, Globalindo.net – Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pakandangan Tengah, Kecamatan Bluto, yang kerap menjadi keluhan wali murid karena dugaan mendistribusi makanan basi. Dapur MBG dibawah naungan Yayasan Tarbiyatus Sibyan itu Informasinya terus berulah tanpa menjaga kualitas serta pengawasan terhadap kebutuhan gizi anak-anak sekolah.

Keluhan terhadap dapur ini tidak hanya datang dari warga sekitar, akan tetapi kritikan juga meluas di media sosial. Banyak netizen yang membanjiri kolom komentar di akun TikTok media Globalindo.net, menyoroti seringnya dapur ini mendistribusikan menu-menu yang diduga tak layak dikonsumsi.

Beberapa wali murid dengan inisial A, I, dan M juga turut menyuarakan kekecewaan mereka. Mereka mengonfirmasi bahwa masalah makanan basi ini bukan kejadian satu dua kali, namun telah dilakukan berulang kali sehingga menimbulkan kekhawatiran serius terhadap kesehatan anak-anak mereka.

Menanggapi hal itu, Beberapa wali murid meminta agar Presiden dan Bupati Sumenep menyidak langsung kelapangan untuk meninjau persoalan yang tak kunjung usai dan diduga telah meresahkan banyak pihak. Mereka secara terbuka meminta perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

” Kami meminta kepada Presiden dan Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk segera menyidak dapur yang ada di Pakandangan Tengah, karena diduga tidak mengedepankan makanan yanh bergizi untuk anak anak kami,”Ungkap seorang wali murid pada media ini.

Permintaan sidak ini diharapkan dapat mengungkap akar permasalahan, dan berharap nadan gizi nasional pusat untuk meninjau kembali dapur MBG Pakandangan tengah dan menindak tegas oknum-oknum yang bertanggung jawab guna memastikan bahwa program MBG yang sejatinya bertujuan mulia ini dapat berjalan sesuai dengan standar kesehatan dan gizi.

” Masyarakat berharap tidak ada lagi anak-anak sekolah yang terpaksa mengkonsumsi makanan yang tidak layak ini,” Tegasnya.

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan