JAWA TIMURSumenep

Viral Menu MBG di Pakandangan Tengah Diduga Basi dan Busuk, Wali Murid Geram

54
×

Viral Menu MBG di Pakandangan Tengah Diduga Basi dan Busuk, Wali Murid Geram

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan di wilayah Pakandangan Tengah kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, kasus tersebut viral di media sosial setelah wali murid mengeluhkan kondisi makanan yang diduga sudah tidak layak dikonsumsi, bahkan disebut sudah basi dan busuk.

Berdasarkan informasi salah satu wali murid inisial M, pada media ini, menu yang disajikan terdiri dari sayuran yang diduga sudah busuk serta perkedel yang terasa basi. Hal ini membuat para orang tua sangat kecewa dan merasa geram, mengingat makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah yang masih membutuhkan asupan gizi yang sehat dan aman.

“Anak-anak pulang sekolah bilang makanannya tidak enak, baunya aneh. Ketika kami cek, ternyata sayurnya sudah busuk dan perkedelnya rasanya sudah basi. Bagaimana bisa makanan seperti ini diberikan kepada anak-anak?,” ujar ” M ” dengan nada geram.

Lebih lanjut Ia memaparkan, kondisi makanan tersebut sangat mengkhawatirkan bagi kesehatan anak karena dikwatirkan akan menyebabkan keracunan. Untuk itu, Pihaknya menuntut tanggung jawab penuh dari pihak yang mengelola penyediaan makanan tersebut.

Narasumber Sebut Pemilik Dapur adalah Dewan Gagal dari salah satu partai yang identik warna hijau

Dalam keterangannya kepada media, seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan informasi mengenai pihak pengelola dapur penyedia menu MBG tersebut.

“Yang punya dapur ini adalah orang yang dulu disebut sebagai dewan gagal dari Partai warna hijau,” ujar narasumber yang dapat dipercaya oleh awal media ini, inisial M.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi maupun klarifikasi dari pihak pengelola dapur maupun instansi terkait terkait keluhan dan tuduhan yang muncul. Masyarakat berharap adanya tindakan cepat dan tegas untuk memastikan kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak benar-benar aman, sehat, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.”

Pewarta: HR

Tinggalkan Balasan