JAWA TIMURSumenep

Atas Kepedulian Tinggi Revitalisasi Bahasa Daerah, Bupati Sumenep Raih Penghargaan Bergengsi dari Kemendikdasmen

22
×

Atas Kepedulian Tinggi Revitalisasi Bahasa Daerah, Bupati Sumenep Raih Penghargaan Bergengsi dari Kemendikdasmen

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Kali ini, Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menerima penghargaan bergengsi atas kinerja dan kepedulian yang sangat tinggi dalam menyukseskan program revitalisasi bahasa daerah tahun 2025. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dalam acara puncak yang berlangsung di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Penghargaan ini menjadi bukti nyata pengakuan pemerintah pusat terhadap langkah konkret yang telah dijalankan pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kekayaan budaya bangsa, khususnya Bahasa Madura yang menjadi identitas utama masyarakat Sumenep. Program revitalisasi bahasa daerah digalakkan pemerintah pusat sebagai upaya strategis agar kekayaan linguistik nusantara tidak punah ditelan arus globalisasi dan pergeseran budaya.

Dalam capaian tahun 2025, Kabupaten Sumenep dinilai sangat unggul dan komitmen. Berbagai program unggulan telah digulirkan, mulai dari pembelajaran muatan lokal bahasa daerah yang diperkuat di satuan pendidikan, penyusunan dan penerbitan buku-buku bacaan berbahasa daerah, hingga pementasan seni dan sastra yang membumikan kembali penggunaan bahasa ibu di kalangan generasi muda.

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengaku sangat bersyukur dan mengapresiasi seluruh pihak yang telah bekerja keras mewujudkan capaian ini. Menurutnya, penghargaan ini bukan milik pribadi, melainkan milik seluruh masyarakat Sumenep yang terus mencintai dan bangga menggunakan bahasa daerahnya.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi kami. Bahasa daerah adalah akar budaya, jati diri, dan kekayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Melestarikannya sama artinya dengan menjaga identitas kita sebagai bangsa yang berbudaya tinggi,” ujar Bupati Achmad Fauzi usai menerima penghargaan.

Ia menegaskan, kepedulian pemerintah daerah terhadap bahasa daerah bukan sekadar memenuhi kewajiban administrasi, melainkan bagian dari visi besar menjaga kearifan lokal. Di bawah kepemimpinannya, revitalisasi bahasa daerah terus didorong agar tidak hanya menjadi materi pelajaran di sekolah, tetapi hidup dan digunakan aktif dalam komunikasi sehari-hari, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun pemerintahan.

“Kami ingin anak-anak Sumenep tetap fasih berbahasa Madura, tetap mengerti nilai filosofis di balik setiap ucapannya, dan tetap bangga dengan asal-usulnya. Bahasa adalah perekat persatuan, dan kami akan terus berkomitmen mendukung segala upaya pelestariannya,” tambahnya.

Pihak Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam sambutannya menyoroti kinerja Pemkab Sumenep yang dinilai luar biasa karena mampu melibatkan berbagai unsur, mulai dari pendidik, budayawan, hingga tokoh masyarakat dalam satu gerakan bersama. Kolaborasi ini menjadikan program revitalisasi berjalan efektif, menyentuh akar rumput, dan memberikan dampak nyata.

Dengan diraihnya penghargaan ini, Kabupaten Sumenep kembali menjadi rujukan daerah lain di Indonesia dalam hal pelestarian budaya dan bahasa daerah. Pemerintah berjanji akan terus meningkatkan program kerja di tahun-tahun mendatang, agar warisan leluhur ini tetap lestari, tumbuh, dan dicintai oleh generasi penerus.”

Pewarta: HR-EKA

Tinggalkan Balasan