Sumenep, Globalindo.net – Bagi masyarakat Kabupaten Sumenep, khususnya komunitas Madura, perayaan Telasan Topa’ atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lebaran Ketupat bukan sekadar tradisi budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi. Lebih dari itu, perayaan ini merupakan momen sakral yang menjadi kelanjutan dari semangat Idul Fitri, membawa makna mendalam yang menyatukan hati dan mempererat tali persaudaraan.
Sebagai anggota Dewan Kabupaten Sumenep dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), saya ingin menyampaikan ucapan selamat merayakan Telasan Topa’ kepada seluruh masyarakat Sumenep, baik yang berada di daerah maupun yang merantau di luar daerah. Semoga perayaan ini membawa kebahagiaan, ketenangan, dan keberkahan bagi kita semua.
Telasan Topa’ biasanya dirayakan seminggu setelah Idul Fitri. Pada momen ini, keluarga besar berkumpul, menyajikan ketupat sebagai hidangan utama yang disajikan bersama berbagai lauk pauk khas Madura. Namun, di balik kelezatan hidangan dan suasana gembira, terdapat nilai-nilai luhur yang patut kita renungkan dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pertama, Telasan Topa’ mengajarkan kita arti berbagi. Ketupat yang disiapkan tidak hanya dinikmati oleh keluarga sendiri, tetapi juga dibagikan kepada tetangga, kerabat, bahkan mereka yang membutuhkan. Tindakan sederhana ini mencerminkan semangat kepedulian dan solidaritas sosial. Kita sadar bahwa rezeki yang kita miliki adalah titipan Allah SWT, dan berbagi adalah cara kita untuk menyebarkan kebahagiaan serta membantu sesama yang sedang kesulitan. Dalam berbagi, kita juga belajar untuk tidak bersikap egois, melainkan memikirkan kesejahteraan orang lain.
Kedua, perayaan ini juga menjadi momen untuk memperdalam sikap memaafkan. Meskipun kita sudah saling memaafkan pada Idul Fitri, Telasan Topa’ menjadi kesempatan kedua untuk menyelesaikan segala perselisihan atau kesalahpahaman yang mungkin masih tersisa. Hati yang bersih dan penuh pemaaf adalah syarat utama agar kita bisa hidup rukun dan damai. Tanpa dendam, hubungan antarindividu dan antarkelompok akan semakin kuat, menciptakan masyarakat Sumenep yang harmonis dan bersatu.
Ketiga, Telasan Topa’ mengajarkan kita untuk mensyukuri setiap berkah yang diberikan Allah SWT. Dari bahan makanan sederhana yang diolah menjadi hidangan lezat, hingga kehadiran orang-orang tercinta di sekeliling kita, semuanya adalah nikmat yang patut kita syukuri. Syukur tidak hanya diucapkan dengan lisan, tetapi juga dibuktikan dengan memanfaatkan rezeki dan kesempatan yang ada untuk hal-hal yang baik, serta beribadah dengan sungguh-sungguh kepada-Nya.
Sebagai wakil rakyat, saya berharap nilai-nilai yang terkandung dalam Telasan Topa’ dapat menjadi landasan perilaku kita semua. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus menjaga kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Sumenep. Semoga semangat berbagi, memaafkan, dan bersyukur selalu menyertai langkah kita, sehingga kita bisa membangun daerah yang lebih maju, adil, dan sejahtera sesuai dengan cita-cita yang kita perjuangkan.
Selamat merayakan Telasan Topa’, selamat menikmati kebersamaan, dan semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat serta hidayah-Nya bagi kita semua.”
Pewarta: HR-Eka












