JAWA TIMURDPRDNgawi

Peringati Hari Perempuan Internasional, KOPRI PMII Ngawi Gelar Diskusi “Women in Movement”

93
×

Peringati Hari Perempuan Internasional, KOPRI PMII Ngawi Gelar Diskusi “Women in Movement”

Sebarkan artikel ini

Ngawi — Dalam rangka memperingati International Women’s Day, kader perempuan dari Korps PMII Putri (KOPRI) yang berada di bawah naungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ngawi menggelar diskusi bertajuk “Bincang KOPRI: Women in Movement” dengan tema Perempuan Berdaya dalam Kepemimpinan, Pendidikan, dan Ruang Publik.

Kegiatan yang berlangsung hangat, santai, namun penuh gagasan ini digelar di Kedai Lebah Madu pada Minggu (8/3/2026) pukul 16.00 WIB hingga selesai. Sekitar 50 peserta hadir, terdiri dari pengurus KOPRI PC PMII Ngawi serta perwakilan komisariat PMII se-Kabupaten Ngawi.

Acara ini menghadirkan tokoh perempuan Nahdlatul Ulama sekaligus Ketua Komisi I DPRD Ngawi, Nuri Karimatunnisa S.Si. atau yang akrab disapa Ning Nuri, sebagai pemateri sekaligus narasumber sharing pengalaman.

Ketua KOPRI PC PMII Ngawi, Nazwa Faizatul Hasbina, selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan peran perempuan dalam berbagai sektor.

Ning Nuri saat Pemaparan tentang “Women In Movement”

Dalam pemaparannya, Ning Nuri menegaskan bahwa gerakan perempuan harus dimulai sejak dini, terutama dari lingkungan kaderisasi mahasiswa. Menurutnya, perempuan tidak hanya hadir sebagai pelengkap organisasi, tetapi harus mampu memberi dampak nyata.

“Pergerakan itu dimulai sejak dini. Sebagai perempuan, khususnya kader KOPRI, kita tidak hanya berkumpul tapi harus berdampak,” ujar Ning Nuri di hadapan peserta.

Ia juga menekankan bahwa kepemimpinan tidak selalu identik dengan jabatan formal. Kepemimpinan, kata dia, adalah kemampuan mengambil keputusan dan membawa perubahan.

Selain itu, pendidikan disebut sebagai senjata paling ampuh untuk memutus rantai ketidaktahuan. Sementara ruang publik menjadi arena penting agar suara perempuan dapat didengar dan diperhitungkan dalam pengambilan kebijakan.

Diskusi berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab dan berbagi pengalaman dari berbagai komisariat PMII yang hadir. Suasana forum terasa hangat dan penuh semangat kebersamaan.

Menutup kegiatan, Ning Nuri memberikan pesan kepada kader KOPRI agar terus meningkatkan kapasitas diri dan membangun solidaritas antarperempuan.

“Strategi perempuan berdaya adalah terus upgrade skill dalam berbagai bidang, membangun support system, saling mendukung antarperempuan, serta berani menyampaikan pendapat di forum sekecil apa pun,” pesannya.

Ia pun menegaskan bahwa posisi KOPRI sangat strategis dalam gerakan mahasiswa.

“KOPRI bukan hanya pelengkap organisasi, tapi jantung pergerakan,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi kader perempuan PMII di Ngawi untuk memperkuat peran mereka dalam kepemimpinan, pendidikan, serta ruang publik, sekaligus memperingati semangat perjuangan perempuan dunia.

As/Red