JAWA TIMURBerandaNgawi

LP3H Mathla’ul Anwar Ngawi Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal, Siapkan SDM Sambut Wajib Halal 2026

566
×

LP3H Mathla’ul Anwar Ngawi Gelar Pelatihan Juru Sembelih Halal, Siapkan SDM Sambut Wajib Halal 2026

Sebarkan artikel ini

Ngawi – LP3H Mathla’ul Anwar Cabang Kabupaten Ngawi menggelar Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Sembelih Halal (Juleha) khusus hewan ayam/unggas pada Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias dan diikuti peserta dari berbagai unsur masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi di bidang penyembelihan halal.

Pelatihan ini diselenggarakan LP3H Mathla’ul Anwar Ngawi bekerja sama dengan Halal Center Mathla’ul Anwar Pusat, Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, LSP Keswan Jakarta, LPNU Cabang Kabupaten Ngawi, Yayasan Pendidikan Darul Hikmah Ngawi, serta Yayasan Pendidikan Sawo Manis.

Sejumlah narasumber kompeten turut hadir memberikan Asesment di antaranya dari LSP Keswan yakni drh. Haryono, M.Si. dan drh. Kemaz Aditya Dewangga, SH., M.Kn. Sementara dari Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir Muhammad Nuruddien, Lc., M.H., Muhammad Wahyudin, M. Hattan Sururi, dan Imam Muhroni yang juga dikenal sebagai praktisi Juleha Malang Raya.

Pelatihan dikemas dalam beberapa sesi meliputi penyampaian materi, praktik penyembelihan, wawancara, serta tes tulis. Metode yang interaktif membuat peserta tetap fokus dan tidak mengalami kejenuhan selama kegiatan berlangsung.

Ketua LP3H Mathla’ul Anwar Kabupaten Ngawi, Sri Nurwati, menjelaskan bahwa tujuan pelatihan ini adalah menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten di tengah semakin ketatnya regulasi legalitas bahan baku hewan sembelihan, sekaligus menyongsong penerapan Wajib Halal Oktober 2026.

Para peserta JULEHA di Karunia Hall Ngawi

“Peserta sangat senang dengan metode pelatihan yang dikemas penyelenggara. Kami ingin memastikan para pelaku usaha memiliki tenaga Juleha yang benar-benar kompeten,” ujarnya.

Dalam penutupan kegiatan, Sri Nurwati menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, khususnya Direktur Halal Center Mathla’ul Anwar atas dukungan moral dan spiritual, para narasumber, peserta, serta pihak Kurnia Conventions Hall yang telah membantu menyediakan tempat dan konsumsi.

Dengan haru, ia menegaskan pentingnya pengalaman langsung di lapangan. Menurutnya, seorang penyelia halal harus memahami praktik secara nyata.

“Saya tidak akan bisa memberikan materi dan teori jika tidak terjun langsung menjadi Juleha. Dengan pengalaman itu, saya lebih paham dan kompeten ketika masyarakat bertanya terkait sertifikasi halal Rumah Potong Ayam/unggas. Karena syarat wajib sebuah RPA harus memiliki minimal dua tenaga Juleha,” tutupnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kesiapan daerah dalam menghadapi implementasi wajib halal serta meningkatkan standar penyembelihan halal yang sesuai syariat dan regulasi.

As/Red