KAB BEKASI, Globalindo.Net – Sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian kemanusiaan, Pemerintah Desa Kedungwaringin bergerak cepat membuka posko pengungsian bagi warga dari Desa Bojongsari dan sekitarnya yang rumahnya terendam banjir akibat luapan sungai Citarum dan Cibeet sejak Minggu (18/01/2026) malam.
Kepala Desa Kedungwaringin Hj.Tita Komala.S.P.,di yang di dampingi H.Turmuji Suami dari Kades Kedungwaringin, menyatakan bahwa balai desa dan beberapa fasilitas umum lainnya telah disulap menjadi tempat penampungan sementara.

“Kami tidak bisa tinggal diam melihat saudara kita di desa sebelah tertimpa musibah. Kapasitas balai desa kami maksimalkan untuk menampung lansia, anak-anak, dan ibu menyusui terlebih dahulu,” ujarnya saat meninjau lokasi posko pada minggu malam.
Lebih lanjut Kades Kedungwaringin mengatakan.”Kami sangat terbuka menerima para pengungsi. Inilah saatnya kita mengedepankan gotong royong tanpa memandang batas administratif desa,” tambah Hj.Tita Komala.S.P.,di.
Fasilitas dan Pelayanan yang Disediakan
Hingga saat ini, Pemdes Kedungwaringin bersama perangkat desa dan relawan lokal telah menyediakan, Tempat Istirahat Layak Menggunakan matras dan alas tidur di area aula utama desa Kedungwaringin,pemdes Kedungwaringin juga melakukan pendampingan terhadap pengungsi yang sedang sakit untuk di lakukan penindakan medis di rumah sakit terdekat.
Sementara itu sebagai bentuk empati terhadap para pengungsi H.Turmuji bersama Camat Kedungwaringin Maman Badruzzaman (MBZ) beserta Brigjen Pol purn Timi Sela, berkesempatan memberikan paket makanan cepat saji kepada para pengungsi yang berada di aula kantor kepala desa Kedungwaringin.
Berdasarkan data sementara dari sekretariat desa Kedungwaringin jumlah warga pengungsi desa tetangga yang berasal dari Desa Bojongsari dan sekitarnya mencapai 113 Kepala Keluarga (KK). Angka ini diprediksi masih bisa bertambah mengingat curah hujan yang masih tinggi di wilayah hulu.
(JM)












