Trenggalek – Dalam rangka pengenalan potensi wisata daerah serta promosi produk dalam negeri, Paguyuban Prawan ’80 Surabaya melakukan kunjungan wisata edukatif ke Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, pada Sabtu (18/1/2026).
Kampung Coklat merupakan destinasi wisata unggulan yang mengusung konsep edukasi dan rekreasi berbasis perkebunan kakao. Selain menawarkan keindahan wisata, lokasi ini juga menjadi pusat pengolahan coklat yang memiliki nilai sejarah panjang terkait budidaya tanaman kakao di wilayah Blitar.
Rombongan Paguyuban Prawan ’80 yang berjumlah sekitar 25 orang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, mulai dari peninjauan area perkebunan kakao, workshop pengolahan coklat, hingga melihat langsung proses produksi di pabrik coklat yang berdiri sejak tahun 2018.
Tujuan utama kunjungan ini tidak hanya untuk mengenalkan destinasi wisata dan produk coklat lokal, namun juga sebagai ajang mempererat tali persaudaraan antaranggota Paguyuban Prawan ’80 Surabaya.
Salah satu anggota paguyuban yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dan wawasan tentang potensi wisata serta proses pembuatan coklat secara langsung.
“Melalui kunjungan ini kami jadi lebih mengenal wisata edukatif sekaligus produk dalam negeri yang kualitasnya sangat baik,” ujarnya.

Di Kampung Coklat, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti wahana permainan anak, workshop coklat, kafe dan restoran, serta pusat oleh-oleh. Produk coklat hasil olahan pabrik setempat tidak hanya dipasarkan di wilayah Jawa Timur, namun juga telah menembus pasar luar negeri, termasuk kawasan Arab, sebagaimana disampaikan oleh salah satu karyawan pabrik.
Kegiatan kunjungan berlangsung hingga sekitar pukul 12.00 WIB, sebelum rombongan meninggalkan lokasi dengan kesan positif terhadap pengelolaan wisata Kampung Coklat Blitar.
Pewarta: Sugeng












