Jawa TengahBeritaEkonomi

KNMP Poncosari Siap Ubah Stigma Kampung Nelayan Jadi Fondasi Ekonomi Pesisir

153
×

KNMP Poncosari Siap Ubah Stigma Kampung Nelayan Jadi Fondasi Ekonomi Pesisir

Sebarkan artikel ini

Yogyakarta,Globalindo.net – Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), salah satu program prioritas pemerintah untuk mengangkat kesejahteraan masyarakat pesisir, menunjukkan progres signifikan di berbagai daerah. Salah satu lokasi yang mendapat sorotan adalah Dusun Poncosari, Srandakan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kini mencatat kemajuan pembangunan mencapai 55 persen. Angka tersebut menempatkan Poncosari sebagai salah satu dari tiga lokasi tercepat dalam realisasi pembangunan KNMP secara nasional.

Program tersebut dibahas secara komprehensif dalam dialog Bincang Hari Ini Jogja TV pada Rabu (19/11/2025) bersama Trian Yunanda, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Ekonomi Sosial Budaya sekaligus Ketua Tim Pelaksana KNMP, dan Doni Ismanto, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Publik. Keduanya menjelaskan arah pembangunan serta dampak strategis KNMP bagi masyarakat pesisir.

Trian Yunanda menegaskan bahwa KNMP bertujuan mengubah stigma kampung nelayan yang selama ini lekat dengan kesan kumuh dan minim fasilitas dasar. Program tersebut menghadirkan transformasi ruang hidup dan ruang sosial agar masyarakat pesisir menjadi lebih produktif, mandiri, dan memiliki fondasi ekonomi yang lebih kuat. Langkah tersebut dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana lengkap mulai dari hulu hingga hilir.

Dalam pembangunan KNMP, pemerintah menghadirkan fasilitas seperti pabrik es, slurry ice, cold storage, gudang beku, kios perbekalan melaut, bengkel mesin, hingga docking yard untuk perbaikan kapal. Seluruh fasilitas tersebut akan dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih sebagai unit bisnis yang menopang ekonomi masyarakat setempat. Melalui pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya menikmati infrastruktur baru, tetapi juga memiliki ruang pemberdayaan ekonomi yang lebih berkelanjutan.

Dalam laporan yang disampaikan Doni Ismanto, target pembangunan KNMP di tahun 2025 mencakup 100 titik lokasi di seluruh Indonesia. Hingga saat sekarang, sebanyak 65 titik telah memasuki tahap pembangunan fisik dengan progres di atas 40 persen, sementara 35 titik lainnya sedang dalam proses finalisasi penetapan. Progres tersebut dicapai secara bervariasi mengingat karakteristik geografis dan tantangan lapangan di tiap daerah.

Doni menjelaskan bahwa tantangan utama pelaksanaan program meliputi ketersediaan tenaga kerja terampil dari masyarakat lokal dan akses material yang sulit di beberapa wilayah. Meski demikian, Poncosari menjadi salah satu lokasi tercepat karena tingginya keterlibatan masyarakat dan tenaga kerja lokal yang bekerja dengan komitmen tinggi, termasuk melakukan lembur untuk mengejar target pembangunan.

KNMP menggunakan pendekatan social engineering yang menekankan keterlibatan masyarakat sejak tahap perencanaan. Pemerintah secara langsung berdialog dengan warga untuk memetakan kebutuhan, menilai kesiapan, dan memastikan dukungan penuh terhadap program. Lokasi yang diusulkan masyarakat melalui pemerintah daerah mendapatkan prioritas dalam penetapan.

Masyarakat juga didorong untuk menunjukkan potensi wilayah mereka melalui media sosial sebagai bagian dari literasi publik dan penilaian kesiapan lokasi. Partisipasi tersebut menjadi indikator kemauan masyarakat untuk berubah dan berkolaborasi dalam pengembangan kampung nelayan modern. Tanpa dukungan masyarakat, program dikhawatirkan tidak berkelanjutan karena keberhasilan KNMP bertumpu pada budaya kerja dan pemberdayaan jangka panjang.

Trian Yunanda mengungkapkan bahwa Poncosari dipilih melalui serangkaian kajian yang mencakup potensi wisata, kondisi lingkungan, dan keterlibatan masyarakat. Lokasi yang berdekatan dengan kawasan wisata Pantai Baru dinilai ideal untuk dikembangkan sebagai kampung nelayan modern yang bersih, tertata, dan menarik bagi pengunjung. Pemerintah juga menekankan pentingnya penataan lanskap agar wilayah tersebut memiliki daya tarik visual yang kuat sebagaimana prototipe KNMP di Biak.