Arjasa, Kangean – Dari panggung sederhana di aula SMAN 1 Arjasa, suara merdu ratusan siswa menjelma menjadi gelombang semangat yang mengguncang hati. Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, sekolah ini tak sekadar mengibarkan bendera atau menggelar upacara, tetapi menghadirkan sebuah persembahan yang menyatu antara seni, rasa, dan jiwa kebangsaan: Lomba Paduan Suara Antar Kelas.
Di bawah komando Bapak Moh. Jakfar Yahya, S.Pd., M.Si.—guru Bahasa Indonesia sekaligus maestro paduan suara SMANAR—lomba ini menjadi panggung pembentukan karakter. Lewat lantunan Indonesia Raya dan Mars SMANAR (ciptaan beliau sendiri), siswa diajak untuk tidak hanya bernyanyi, tetapi menghayati arti kemerdekaan, mencintai tanah air, dan menumbuhkan bangga terhadap almamater. Lagu pilihan seperti Indonesia Pusaka, Mengheningkan Cipta, Syukur, Terima Kasih Guru, dan Hymne Guru menjadi jembatan emosi yang menghubungkan generasi muda dengan sejarah dan pengorbanan para pendahulu.

Sebanyak 21 rombongan belajar tampil satu per satu, mengusung keunikan masing-masing. Kostum berwarna-warni menghiasi panggung—ada yang memadukan batik, ada yang membawa sentuhan tradisional, ada pula yang menampilkan gaya modern—semuanya berpadu menjadi mozaik indah Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai kemerdekaan.
Tiga dewan juri yang ahli di bidangnya—Bapak Moh. Jakfar Yahya, S.Pd., M.Si., Mas Ipong Arizona, dan Ibu Ika Nur Jannah, S.E.—menjadi saksi ketatnya persaingan. Setiap harmoni suara, kekompakan gerak, dan penghayatan makna lagu dinilai dengan cermat. Hingga akhirnya, kemenangan jatuh kepada Kelas XII-B sebagai Juara 1, disusul Kelas XII-A di posisi kedua, dan Kelas XII-F sebagai Juara 3.

Di bawah komando Bapak Moh. Jakfar Yahya, S.Pd., M.Si.—guru Bahasa Indonesia
Tak berhenti di situ, suasana semakin memuncak ketika ekskul paduan suara SMANAR memberikan persembahan istimewa, disusul gerakan penuh energi dari senam kreasi Dharma Wanita Persatuan SMANAR. Aula sekolah pun dipenuhi tepuk tangan, sorakan, dan senyum bangga yang menandai bahwa semangat kemerdekaan masih menyala, kuat, dan akan terus diwariskan.
Pewarta: Hariyanto












