Pendidikan

Menparekraf Dorong Santri Bangkitkan Ekonomi melalui Bidang Digital

354
×

Menparekraf Dorong Santri Bangkitkan Ekonomi melalui Bidang Digital

Sebarkan artikel ini

Globalindo.net // Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mendorong para santri untuk berpartisipasi membangkitkan perekonomian. Serta membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya di bidang ekonomi digital melalui program Santri Digitalpreneur Indonesia 2023.

Dirinya juga menuturkan bahwa ada sekitar 5 juta santri di seluruh Indonesia. Sehingga dengan jumlah ini maka santri bisa menjadi satu ekosistem ekonomi tersendiri.

“Mereka ini menghasilkan banyak pemimpin bangsa. Presiden sudah ada dari kalangan santri, wakil presiden sudah, pengusaha-pengusaha top juga sudah ada. Jadi sekarang ini kita ingin membawa mereka ke ekosistem ekonomi digital,” katanya.

Penegasan ini disampaikan Menparekraf saat acara Santri Digitalpreneur Indonesia yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Situbondo, Jum’at (11/08/2023).

Lebih lanjut, Sandi menyampaikan para santri di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo memiliki semangat yang sangat tinggi untuk terjun ke ekosistem ekonomi digital. Sehingga, program ini hadir di pesantren untuk mempersiapkan para santri yang ingin berkontribusi membangkitkan ekonomi dan membuka lapangan kerja di bidang ekonomi digital.

“Saya terkesima dengan semangat mereka untuk maju dan ingin sukses, apalagi sekarang diberikan pelatihan berkelas dunia. Mereka antusias dan kita harapkan mereka menjadi santri yang bisa membuka peluang usaha dan lapangan kerja,” imbuhnya.

Sebagai informasi, dalam kegiatan ini Menparekraf Sandiaga didampingi oleh Direktur Aplikasi, Permainan, Televisi dan Radio Kemenparekraf/Baparekraf Iman Santosa, Bupati Situbondo Karna Suswandi dan konten kreator Thariq Halilintar.

Tentang Pesantren

Pesantren yang berdiri di Sukorejo ini, pada awalnya adalah sebuah hutan lebat. Setelah mendapat saran dari Habib Musawa dan Kiai Asadullah dari Semarang, Kiai As’ad Syamsul Arifin sebagai pendiri pondok, segera membabat hutan lebat tersebut sekitar tahun 1908 untuk mendirikan pesantren.

Dipilihnya hutan yang banyak dihuni binatang buas tersebut, berdasarkan hasil istikharah. Kini pesantren tersebut telah menjadi agen pembangunan bagi masyarakat sekitarnya. Sosoknya tidak seperti “menara gading”, tetapi justru terbuka dan menyatu dengan masyarakat sekitarnya.

Tak heran, kalau masyarakat Situbondo merasakan manfaat atas kehadiran pondok pesantren ini.

Area ponpes ini sangat luas dan benar-benar memanfaatkan potensi para penduduk sekitar. Sebelum masuk ke area ponpes terdapat SPBU di bahu jalan, SPBU tersebut milik ponpes untuk pemberdayaan penduduk. Masuk ke kompleks ponpes sekitar 2-3 km dari jalan besar, banyak berderet toko-toko milik warga dari mulai toko baju, kitab, rental komputer, warnet, tempat makan, warung-warung, mini market, ATM center, dsb. Banyak santri yang berlalu lalang memakai sarung dan peci, dan seluruh wanita menggunakan jilbab. Ada satu kendaraan khas di area ponpes yaitu Bentor (Becak Motor). Karena jarak dari jalan besar ke dalam ponpes cukup jauh ± 3 km.

Di Area Pondok Pesantren juga terdapat Makam Pahlawan Nasional Kiai As’ad Syamsul Arifin, beliau selain pendiri pondok juga turut berjuang membela tanah air, peziarah dari berbagai kota di nusantara sering melakukan ziarah ke makam tersebut untuk mengenang jasa beliau yang berjuang untuk Indonesia dan Dunia dari Situbondo. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo menjadi Wisata Budaya berbasis religi yang akan menambah experience bagi traveler