BeritaInternasionalPemerintahanSekilas Info

Pidato Natal BENNY WENDA Presiden Pemerintah Sementara – ULMWP.

4058
×

Pidato Natal BENNY WENDA Presiden Pemerintah Sementara – ULMWP.

Sebarkan artikel ini

WEST PAPUA – Globalindo.Net// Benny Wenda, Presiden Pemerintah Sementara United Liberation Movement for West Papua Mengucapkan Selamat Natal Atas nama ULMWP dan masyarakat Papua Barat, saya menyampaikan selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh pendukung perjuangan kami di seluruh dunia. melalui pers Rilis Yang diterima media pada hari ini 20 Desember 2024

Benny Wenda, berharap semua kelompok solidaritas, sekutu parlemen, misi diplomatik, dan pendukung masyarakat sipil akan terus membela West Papua pada tahun 2025. Mohon terus menyuarakan perjuangan kami. Tegas Wenda

Wenda, tak lupa ucapan Terima kasih kepada Dewan Gereja Papua Barat (WPCC), Dewan Gereja Pasifik (PCC), dan semua kongregasi di seluruh dunia yang mendukung Perjuangan kami dengan doa dan aksi solidaritas Anda. Saat Anda merayakan Natal, saya meminta Anda juga berdoa untuk 85.000 warga Papua Barat yang saat ini mengungsi akibat operasi militer Indonesia, serta lebih dari 1.200 orang yang tewas di tangan penjajah militer Indonesia sejak tahun 2019. Pungkasnya

Presiden Wenda, mengatakan Papua Barat adalah negara yang damai – kami selalu menghormati hari raya keagamaan di Indonesia, termasuk hari raya pemukim Muslim di Papua Barat. Namun setiap Natal di Papua Barat ditandai dengan babak baru kekerasan dan militerisasi. Lebih dari 3000 warga Papua terpaksa meninggalkan rumah mereka dalam dua minggu terakhir. Mereka terpaksa menghabiskan Natal di hutan, jauh dari desa dan gereja, dan tanpa makanan, air, atau tak ada medis yang memadai. Militer Indonesia terus bertindak tanpa mendapat hukuman di pengadilan secara Adil. Kita tidak akan melupakan Yulianus Abugau, 16 tahun, yang disiksa hingga tewas oleh prajurit TNI pekan lalu, atau Tuju Wonda, yang dieksekusi hanya karena memiliki rambut gimbal. Katanya

Wenda, menambahkan bahwa Meskipun ini merupakan tahun yang sulit bagi masyarakat West Papua, kami terus memajukan perjuangan penentuan nasib sendiri di tingkat tertinggi. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada negara-negara anggota Forum Kepulauan Pasifik (PIF), yang pada tahun ini menegaskan kembali Resolusi PIF mereka pada tahun 2019 untuk kunjungan Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB ke Papua Barat. Indonesia terus menolak akses PBB ke Papua Barat, meskipun lebih dari 110 negara – lebih dari separuh dunia – bersikeras untuk berkunjung. Indonesia tidak hanya melanggar hak penentuan nasib sendiri di West Papua; mereka sekarang melanggar kewajiban mereka sebagai negara anggota PBB. Tegas Presiden Wenda.

Presiden Wenda juga tak lupa mengucapkan Terima kasih kepada Anggota Parlemen Internasional untuk Papua Barat (IPWP), yang telah bekerja sepanjang tahun untuk mengamankan kunjungan yang telah lama tertunda ini. Kami telah mengadakan pertemuan yang mendukung agenda ini di Parlemen Inggris, Belanda, Skotlandia, dan Uni Eropa. Saya juga berterima kasih kepada Pengacara Internasional untuk Papua Barat (ILWP) atas penasihat hukum mereka yang berharga, seluruh anggota Parlemen yang menandatangani deklarasi Brussels, dan semua media, khususnya di Pasifik, yang menjaga akuntabilitas Indonesia dengan menerbitkan cerita-cerita penting tentang realitas pendudukan mereka. Selagi kami berjuang melawan Indonesia, kami juga berdoa untuk saudara-saudari kami di Vanuatu yang sedang membangun kembali negara mereka dari bencana alam lainnya. Terima kasih kepada masyarakat dan pemerintah Vanuatu atas dukungan Anda yang tiada henti terhadap perjuangan kami, dari tingkat diplomatik internasional, Regional dan Nasional hingga akar rumput. Pungkasnya

Benny Wenda, mengatakan Tahun 2024 merupakan tahun kemajuan internal ULMWP. Setelah Kongres pertama kami pada tahun 2023, kami telah mengkonsolidasikan kekuatan kami di Papua Barat. Kita sekarang memiliki konstitusi, kabinet, eksekutif di setiap wilayah di Papua Barat, dan – yang paling penting – kepemimpinan dan agenda rakyat yang dipilih secara demokratis. Saya ingin mengucapkan terima kasih khusus kepada Dewan Eksekutif, Legislatif, dan Yudikatif ULMWP, serta kepada Perdana Menteri Edison Waromi, dan semua warga West Papua yang telah bekerja tanpa kenal lelah untuk membangun kapasitas kami di lapangan. Saya bangga menyebut Anda sebagai Presiden Sementara dari pemerintahan yang sedang menunggu. Kami siap mengatur urusan kami sendiri. Tegasnya

Ia mengatakan Oleh karena itu saya mengajak seluruh rakyat West Papua untuk bersatu mendukung Kongres dan ULMWP. Kami memiliki peta jalan yang jelas, mandat rakyat, dan pengakuan internasional. Penting untuk ditegaskan kembali bahwa ULMWP bukanlah sebuah LSM, namun sebuah Pemerintahan Sementara: kami tidak mempromosikan demokrasi Indonesia, namun penentuan nasib sendiri dan pembebasan dari pemerintahan kolonial Indonesia. Kami mewakili seluruh rakyat Papua Barat yang menginginkan Merdeka. Tegasnya

Wenda mengatakan Kepada semua orang di Papua Barat, saya mengucapkan selamat Natal dan tahun depan yang damai. Semoga Anda terus melawan kolonialisme Indonesia dengan cara gaya yang bermartabat dan tabah. Bagi para tetua di hutan, Anda adalah penjaga rumah kami, yang telah mempertahankan tanah kami selama bertahun-tahun dalam keheningan dan isolasi. Anda tidak lagi sendirian. Seruan Anda untuk keadilan didengar di PBB, Uni Eropa, PIF, dan gedung Parlemen di seluruh dunia. Pungkasnya

Wenda berharap Tahun 2025 akan menjadi tahun aksi ULMWP. Kami akan berusaha lebih keras dari sebelumnya. Seperti yang dikatakan Nelson Mandela, perjalanan menuju kebebasan masih panjang. Kita masih berjalan, tapi kita sudah dekat: Merdeka akan datang. Tuhan memberkati Papua Barat. Tutup Wenda

Jurnalis : Dano Tabuni

Editor;Purwati