GARUT, JABAR
Gobalindo.Net//Rapat Pemetaan Kerawanan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024, digelar Pemerintah Kabupaten Garut bersama Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Garut.
Rapat dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H.Nurdin Yana, di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, pada Jumat beberapa waktu lalu,23 Agustus 2024.
Rapat dilaksanakan sebagai langkah persiapan menghadapi Pilkada yang semakin dekat, yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Deteksi dini terhadap potensi kerawanan menjadi sangat penting, menjelang Pilkada dinamika politik seringkali meningkat, menurut Nurdin Yana.
“FKDM bisa mencoba melakukan deteksi dini terhadap kemungkinan potensi yang terjadi atau ketidak sesuaian saat pelaksanaan Pilkada, Point seperti ini menjadi tugas tambahan FKDM, mulai dari menghimpun informasi, mengakumulasikan, hingga memberikan konklusi atau kesimpulan,” ujar Nurdin.
Bakesbangpol Kabupaten Garut mengintruksikan untuk membentuk Forum Kewaspadaan dini Pemerintah. Ia menekankan pentingnya melakukan pemetaan, kemitraan antara forum kewaspadaan di masyarakat dan di pemerintah untuk menciptakan Pilkada yang aman dan kondusif (adanya partnership).
Nurrodhin, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Garut menambahkan, kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi dengan Kementerian Koordinator Hukum, Politik, dan Keamanan (Kemenkopolhukam) Republik Indonesia. Pihaknya telah diamanatkan untuk mengantisipasi potensi kerawanan dalam penyelenggaraan Pilkada 2024
Nurrodhin mengidentifikasi beberapa potensi kerawanan di Kabupaten Garut, termasuk pengurangan jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari 8.000 pada Pemilu sebelumnya menjadi kurang dari 5.000 pada Pilkada mendatang. Pengurangan jumlah TPS ini diperkirakan akan meningkatkan jumlah pemilih per TPS hingga 400-500 orang, yang dapat menimbulkan kerawanan dalam pelaksanaan pemungutan suara.
Selain itu, Nurrodhin juga menyoroti tantangan logistik yang mungkin muncul karena Pilkada akan berlangsung pada musim hujan. Ia menegaskan pentingnya koordinasi yang baik dalam distribusi logistik untuk mengantisipasi kendala yang mungkin terjadi.
“Tentunya tadi berkaitan dengan pengiriman logistik, sehingga perlu ada pihak-pihak yang lain yang turut membantu dalam penyelenggaraan pendistribusian logistik,” tambah Nurrodhin.
Dari sisi keamanan, Nurrodhin mengingatkan bahwa potensi kerawanan akan meningkat sejak 27 Agustus 2024, saat proses pendaftaran bakal pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Garut dimulai. Menurutnya, polarisasi dan dukungan terhadap calon-calon tertentu harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan konflik di lapangan.
“Kita harus tetap membina, nah berkaitan ini artinya bahwa baik itu partai politik maupun calon yang diusung oleh masing-masing partai politik harus dapat membangun suasana kondusif untuk memperlancar pelaksanaan pilkada,” katanya.
Nurrodhin menegaskan bahwa Pemkab Garut siap memfasilitasi penyelenggaraan Pilkada sesuai ketentuan yang berlaku. Ia berharap semua pihak, termasuk peserta dari partai politik dan masyarakat, dapat berperan aktif dalam menjaga kondusivitas selama Pilkada berlangsung.
“Bagi seluruh warga masyarakat, mari kita dukung penyelenggaraan Pilkada dengan hadir pada saat pemungutan suara tanggal 27 November. Pilih calon yang berkualitas dan terbaik untuk masa depan Garut,” pungkas Nurrodhin.
(rudhi).












