MAJALLENGKA-JABAR
Globalindo.Net // Warga Kampung Wates Kabupaten Majalangka memperingati tradisi acara tahunan berupa festifal mengenang sejarah semasa penjajahan Jepang yang diberi nama ‘Tradisi Wakare’
Sebuah tradisi Gotong Rumah, yang berkaitan dengan sejarah kelam masa penjajahan Jepang, pada saat itu Kampung Wates merupakan salah satu tempat paling berisiko tinggi agresi militer Jepang.
Kampung Wates berada di perbatasan Kecamatan Jatiwangi-Ligung, dulu dekat dengan markas pangkalan militer Jepang.
Selain itu, tetangga kampung yang masih berada di Desa Jatisura terdapat markas Pembela Tanah Air (PETA). Hal itu membuat masyarakat setempat, menjadi was-was atas ketegangan yang terjadi pada masa itu.
Dengan kondisi tersebut, membuat sekitar 20 kepala keluarga di Kampung Wates memilih pindah rumah ke kampung tetangga, yakni Dukuh Peusing, Jatisura, mereka bermigrasi dengan memanggul rumah bilik lengkap dengan perlengkapan rumah secara gotong-royong.
Adapun lokasi kampung tetangga Dukuh Peusing yang menjadi tempat perpindahan berjarak sekitar 3 kilometer
Meski begitu, mereka tidak benar-benar mengosongkan tanah asalnya itu. Warga setempat senantiasa kembali ke Kampung Wates untuk mengolah lahan atau sekadar menengok tanah miliknya.
Disaat penjajah Jepang hengkang di tahun 1947 dan warga mengetahui kondisi telah aman, mereka (Warga Kampung Wates) memutuskan untuk kembali ke Kampung asalnya tersebut.
Tradisi gotong rumah tersebut kembali disuguhkan oleh masyarakat Kampung Wates melalui sebuah seni teatrikal. Dalam tradisi tersebut mereka melaksanakan arak-arakan dengan menggotong miniatur rumah gubuk dengan ukuran sekitar 3×5 meter.
Pada tradisi gotong rumah tersebut, juga dibarengi, hajat tumpeng tanah, bazzar pasar malam, serta pemutaran dokumenter sejarah Kampung Wates.
Tradisi gotong rumah itu mereka namakan Wakare, “Wakare adalah bahasa Jepang yang artinya Beranjak”.
Tradisi gotong rumah ini rutin digelar setiap tahun, dan sudah berlangsung selama 7-8 tahunan. Tradisi seperti ini diharapkan oleh sesepuh warga Kampung setempat bisa tetap dirawat dan terjaga hingga generasi selanjutnya, Sejarah Kampung Wates tetap terawat hingga akhir hayat.
“Ini supaya dilestarikan terus supaya anak cucu kita tahu tentang sejarah masa lalu yang ada di kampung Wates”.
(Rf).












