BeritaBerita utamaPeristiwaTerbaru

NU Segera Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

330
×

NU Segera Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Palestina

Sebarkan artikel ini

Globalindo.net // Perang yang berkecamuk dengan melibatkan Palestina dan Israel menyisakan pilu bagi warga kedua negara. Ribuan warga meninggal, seiring dengan hancurnya sejumlah bangunan rumah dan fasilitas umum. Demi meringankan beban warga khususnya di Palestina, Nahdlatul Ulama segera mengirimkan bantuan kemanusiaan. Hal ersebut sebagaimana disampaikan Ketua Lembaga Amil Zakat dan Infaq Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Habib Ali bin Hasan Al-Bahar.

Ia mengatakan, konflik yang bergejolak di Gaza merupakan masalah kemanusiaan serta tidak boleh ada darah yang ditumpahkan lagi dan harus ada jalan keluar tercepat. Sehingga menurutnya, fokus utama terkait konflik Palestina dan Israel adalah kemanusiaan. “Mereka kan dalam keadaan terkepung, mudah-mudahan ada bantuan secepatnya, Kami dari LAZISNU hari ini akan menyiapkan untuk bisa mengirim bantuan kemanusiaan ke sana. Fokus kita pertama adalah kemanusiaan, jangan sampai ada manusia yang menderita lagi,” ujarnya di Kantor Kedutaan Besar (Kedubes) Palestina, Jakarta, Selasa (10/10/2023).

Terkait bantuan kemanusiaan, ia mengungkapkan akan update informasi, sebab ada prosedur yang harus dilewati. “Secepatnya kan ada prosedur yang harus dilewati, tetapi ini akan secepatnya,” terangnya.

Pria yang juga Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Hubungan Luar Negeri Kerjasama Internasional, mengaku masih terus memantau situasi di Gaza. Ia mengungkapkan informasi di Gaza tidak bisa dengan cepat diterima, sebab listrik dan internet terputus. “Kondisi mereka juga sangat memprihatinkan, mencekam. Informasi yang kita dapat dan teman-teman media tahu, pesawat pesawat tempur itu digunakan untuk menggempur rumah masyarakat. Kita berdoa mudah-mudahan semuanya bisa berjalan dan ada jalan keluar, berakhir untuk kebaikan terutama saudara-saudara kita di Palestina,” paparnya.

Lebih lanjut ia menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam mengelola dan memvalidasi informasi yang diterima terkait situasi di Palestina. Ia juga mengajak media untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang dapat memengaruhi pandangan masyarakat. “Dalam situasi seperti ini, kita sangat berhati-hati terkait dengan kevalidan informasi. Saya juga mengajak media untuk berhati-hati dalam memberikan informasi, karena di tengah konflik, mendapatkan informasi yang benar tidak selalu mudah,” ujarnya. (Ful)