KAB BANDUNG -JABAR
Globalindo.Net // Hawa dingin sepekan terakhir ini nampak semakin terasa. Suhu minimum dini hari bisa sampai dibawah 20 derajat celcius, bahkan di beberapa daerah pegunungan seperti Pangalengan dan Ciwidey suhu bisa mendekati minus.
Tak ayal jika hal ini menjadi sorotan masyarakat. Istilah ‘mBedhidhing’, yang bahasa kita memiliki arti dingin, mungkin sudah familiar di masyarakat, namun bagaimana hal ini terjadi, dan apakah hal ini wajar?
Meruntut informasi dari BMKG, fenomena hawa dingin ini bersumeber dari adanya Angin Monsun Australia yang bertiup dari Benua Australia menuju Kawasan Asia melewati wilayah Indonesia dan perairan Samudera Hindia.
Permukaan laut Samudra Hindia juga relative bersuhu rendah atau lebih dingin, yang dilwati oleh Angin Munson yang bersifat kering dengan kadar uap air rendah. Sehingga hal ini secara langsung mempengaruhi wilayah yang dilewati Angin Monsun Australia lebih dingin, meski di musim kemarau. Maka wilayah yang berdekatan dengan Samudera Hindia akan terdampak secara langsung.
Fenomena ini akan terus berlangsung selama puncak musim kemarau antara bulan Juli – September 2024, dengan titik rendah suhu berada di periode waktu malam dini hari menjelang fajar.
Turunnya suhu udara secara umum akan membuat tubuh bereaksi dan mencoba beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Jika daya tahan tubuh rendah, maka hal ini menjadi pemicu yang akan berimbas kepada Kesehatan.
Beberapa gejala Kesehatan yang mungkin timbul diantaranya; ashma, sinusitis, pilek, sesak bafas, kulit kering bahkan apabila terpapar secara kontinyu bisa menimbulkan hipotermia.
Atas dasar fenomena suhu dingin dan ancaman terhadap kondisi Kesehatan, kami menghimbau Masyarakat untuk bijak dalam menjalani aktifitas sehari-hari.
Memang ini merupakan fenomena cuaca alami, namun begitu akan lebih baik untuk mengetahui kondisi diri, apalagi bagi Masyarakat yang mempunyai kerentanan akan gejala Kesehatan seperti yang disebutkan.
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik, serta sesuaikan kebutuhan tubuh dengan kondisi lingkungan sekitar.
Galih












