SRAGEN.Globalindo.Net//Banyaknya keluhan dari warga masyarakat hal proyek infrastruktur jalan cor beton , dan banyaknya temuan warga masyarakat proyek cor jalan belum genap 4 bulan sudah pada retak, mendapat keluhan dari masyarakat Gerakan Pembaharuan Sragen GPS terjunkan dua tim untuk kroscek dibeberapa titik proyek jalan cor beton menggunakan metode core drill di wilayah Kabupaten Sragen, GPS terjunkan Tim di titik jalan cor beton dengan alat / mesin core drill Selasa ( 9/7/2024 )
Tim langsung ke lokasi proyek jalan cor beton dengan membawa tenaga operator cek ketebalan jalan cor beton, hal itu dilakukan oleh GPS untuk menguji adonan cor dan mencari kebenaran dalam pengerjaan proyek tersebut, setelah melakukan cek ketebalan jalan cor beton, GPS akan kirim ke laboratorium untuk mengetahui ukuran adonan cor beton,apakah sudah sesuai dengan spesifikasi atau sesuai dengan rencana anggaran biaya ( RAB ) ,hal itu memerlukan waktu cukup lama.
Gerakan Pembaharuan Sragen GPS terjunkan 2 tim di lapangan,tim pertama dipimpin oleh Hary Kristoyo anggota Supardi, dan Sri Bekti
Tim Kedua dipimpin oleh Sunarto anggota Budi Prasetyo,Haryanto dan Wahono .
Haryanto menyampaikan bahwa beton merupakan bahan wajib yang tidak bisa dihilangkan dalam proyek moderen termasuk jalan cor beton yang berstandar SNI memiliki fungsi dapat mempengaruhi umur dan kekuatan jalan cor beton itu sendiri, maka kami GPS bersama tim terjun di lapangan untuk cek ambil sempel dengan metode core drill atau coring beton yang berbentuk silinder dan sempel yang didapat di lokasi akan dibawa ke laboratorium untuk dilakukan uji kuat beton ( concrete compresion test ) terang Haryanto.
Lanjut Haryanto beberapa titik jalan cor beton yang telah dilakukan pengambilan sempel dengan alat core drill di dukuh Bogorejo Desa Gedongan Kecamatan Plupuh, di dukuh Bendo Desa Krikilan Plupuh, di dukuh Pandak Desa Pandak Kecamatan Sidoharjo,di dukuh Betes Desa Gabus, Kecamatan Ngrampal dan di dukuh Bulu Desa Karanganyar Kecamatan Sambung macan , beberapa proyek jalan cor beton yang dibiayai oleh Dana Alokasi Umum ( DAU ) nilainya cukup fantastis semestinya hasilnya bagus bermutu, berkualitas, namun di lapangan sebaliknya ” ungkap Haryanto
Setelah selesai mengambil sempel proyek jalan cor beton akan dikirim ke laboratorium untuk diuji tekan kuat beton, bila hasil uji tidak sesuai spesifikasi, kami tim dari GPS akan serahkan temuan yang merugikan uang negara ke aparat penegak hukum ( APH ) ini dilakukan untuk menjawab keluhan warga masyarakat Sragen, adanya proyek yang tidak sesuai spesifikasi,ya jelas kami laporkan ke APH ” Pungkasnya.
Reporter : Sriwahono.
Editor; Pur












