BeritaJAWA TIMURMaduraSumenep

Dinsos P3A Sumenep Salurkan Bantuan Sembako ke 70 Keluarga Balita Stunting, Dukung Penurunan Angka Kekurangan Gizi Sejak Dini

10
×

Dinsos P3A Sumenep Salurkan Bantuan Sembako ke 70 Keluarga Balita Stunting, Dukung Penurunan Angka Kekurangan Gizi Sejak Dini

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net — Kepedulian Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap tumbuh kembang generasi penerus terus diwujudkan melalui langkah nyata. Melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, bantuan paket sembako bergizi disalurkan kepada 70 keluarga yang memiliki anak balita berisiko maupun mengalami stunting.

Penyerahan bantuan berlangsung secara resmi di Aula Dinas Sosial P3A Kabupaten Sumenep, pada Rabu (16/9/2026). Program ini bukan sekadar pemberian bantuan biasa, melainkan bagian dari rangkaian upaya terpadu untuk memastikan kebutuhan pangan keluarga terpenuhi sekaligus memperkuat fondasi pencegahan stunting sejak usia dini.

Setiap keluarga penerima menerima paket lengkap yang disesuaikan dengan kebutuhan gizi balita, meliputi 10 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, serta 2 kilogram telur. Komposisi ini dipilih agar langsung mendukung pemenuhan asupan protein dan energi yang sangat dibutuhkan anak dalam masa pertumbuhan.

Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, Dr. R. Abd. Rahman Riadi, S.E., M.M., menegaskan bahwa kehadiran bantuan ini adalah bukti nyata pemerintah daerah tidak melupakan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan perhatian.

“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah untuk membantu keluarga yang memiliki balita stunting. Pemenuhan pangan menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara sehat dan optimal,” ujar Dr. Rahman saat memimpin acara penyaluran.

Lebih lanjut ia menjelaskan, persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu pihak atau satu instansi saja. Dibutuhkan kerja sama menyeluruh mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, lingkungan masyarakat, hingga peran utama keluarga sendiri agar pencegahan berjalan berkelanjutan dan hasilnya terasa nyata.

“Penanganan stunting membutuhkan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, sehingga keluarga dan seluruh unsur masyarakat harus ikut mengambil peran aktif dalam menjaga tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Menurut Kadinsos, bantuan sembako yang diberikan memiliki makna lebih luas daripada sekadar nilai barangnya. Program ini menjadi dorongan sekaligus dukungan agar keluarga mampu menyusun pola makan bergizi seimbang, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal, serta rutin memantau perkembangan kesehatan anak.

“Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan khusus untuk kebutuhan keluarga, terutama memenuhi asupan pangan anak. Jangan dilihat hanya dari nilainya, tetapi lihat manfaat besar yang bisa diberikan bagi masa depan si kecil,” harap Dr. Rahman.

Pemerintah Kabupaten Sumenep sendiri telah lama menjalankan berbagai langkah lintas sektor untuk menekan angka stunting. Mulai dari penyuluhan gizi, pemantauan rutin posyandu, hingga perbaikan akses air bersih dan sanitasi, semuanya dijalankan secara terpadu. Pemberian bantuan pangan ini menjadi salah satu rangkaian pelengkap agar upaya tersebut semakin kokoh.

Dr. Rahman juga mengingatkan, bantuan dari pemerintah akan maksimal jika diiringi kesadaran keluarga untuk mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat. Dukungan bahan pangan hanyalah sarana, namun perubahan pola asuh dan pola makan adalah kunci utama keberhasilan.

“Kami ingin bantuan pemerintah benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat yang paling nyata. Semoga paket sembako ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus menjadi dukungan kuat dalam upaya menurunkan angka stunting di seluruh wilayah Kabupaten Sumenep,” pungkasnya.

Bagi Pemerintah Kabupaten Sumenep, penanganan stunting bukan sekadar soal mengejar target angka statistik yang turun. Lebih dari itu, upaya ini adalah investasi jangka panjang: memastikan setiap anak Sumenep tumbuh sehat, cerdas, kuat, dan siap menjadi penerus daerah yang unggul di masa depan.

Penyaluran ini sekaligus mempertegas komitmen Dinsos P3A Sumenep untuk terus memperkuat jaring pengaman sosial, hadir di tengah masyarakat, dan memastikan p

Tinggalkan Balasan