SUMENEP,Globalindo.net – Pemerintah Kabupaten Sumenep kembali menegaskan komitmen memajukan dunia olahraga sekaligus melestarikan budaya asli bangsa dengan menggelar Kejuaraan Pencak Silat Bupati Sumenep Cup V Antar Pelajar Tingkat SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA Tahun 2026. Ajang bergengsi yang masuk dalam Kalender Kegiatan (Calendar of Event) Kabupaten Sumenep 2026 ini berlangsung di Gedung Indoor Gelora Olahraga (GOR) A. Yani Sumenep, Minggu (5/7/2026).
Kompetisi ini diselenggarakan sebagai wadah pembinaan atlet sejak usia dini, sekaligus sarana menanamkan nilai-nilai karakter luhur melalui olahraga bela diri pencak silat. Pemerintah daerah berharap ajang ini mampu melahirkan bibit-bibit atlet potensial yang kelak siap mengharumkan nama Kabupaten Sumenep di tingkat provinsi, nasional, hingga kancah internasional.
Secara resmi, kejuaraan dibuka oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM) Pemkab Sumenep, Ir. Dedi Falahuddin, S.T., M.T., yang mewakili Bupati Sumenep. Dalam sambutannya, Dedi menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar kemampuan bertarung, melainkan warisan budaya luhur yang sarat makna kehidupan.
“Pencak silat bukan hanya soal kekuatan fisik di arena pertandingan. Di dalamnya tertanam nilai disiplin tinggi, keberanian, kejujuran, tanggung jawab, serta penghormatan kepada sesama. Nilai-nilai inilah yang wajib terus kita wariskan kepada generasi muda Sumenep,” ujarnya saat membacakan amanat Bupati.
Dedi menambahkan, pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong pembinaan olahraga secara berkelanjutan melalui kompetisi yang berjenjang. Pembinaan sejak usia pelajar dinilai sebagai fondasi paling kokoh untuk mencetak atlet berprestasi yang mampu bersaing di berbagai ajang resmi.
“Penyelenggaraan Bupati Sumenep Cup V ini adalah bukti keseriusan kita membangun ekosistem olahraga prestasi yang sehat, sekaligus membuka ruang bagi para pelajar untuk berkompetisi secara sportif. Kami berharap dari sini lahir atlet-atlet andalan yang akan memperkuat tim daerah di ajang POPDA, Porprov, hingga ke tingkat nasional. Dukungan penuh akan terus kami berikan bagi proses pembinaan ke depannya,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Dedi juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia pelaksana, Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Sumenep, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sumenep, para sponsor, pelatih, wasit, juri, serta seluruh pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kejuaraan ini.
Di hadapan ratusan peserta dari berbagai jenjang pendidikan, ia mengingatkan bahwa tujuan utama bertanding bukan sekadar meraih medali kemenangan. Lebih dari itu, pertandingan menjadi sarana membangun karakter, menjunjung tinggi kejujuran, sportivitas, dan mempererat tali persaudaraan antarpeserta.
“Saya mengajak seluruh pesilat bertanding dengan semangat pantang menyerah, menghormati keputusan wasit, dan menjadikan setiap pertarungan sebagai proses belajar untuk menjadi pribadi yang tangguh dan berakhlak mulia,” imbaunya.
Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan kejuaraan ini tidak hanya melahirkan juara di atas panggung, tetapi juga memperkuat eksistensi pencak silat sebagai identitas budaya asli Indonesia yang harus terus dijaga dan dilestarikan.
“Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Kejuaraan Pencak Silat Bupati Sumenep Cup V Tahun 2026 secara resmi saya nyatakan dibuka,” tutup Dedi.”
Pewarta: HR












