JAWA TIMURSumenep

BPS Sumenep Beralasan Sistem Eror Soal Nama yang Lolos Seleksi Mendadak Hilang

54
×

BPS Sumenep Beralasan Sistem Eror Soal Nama yang Lolos Seleksi Mendadak Hilang

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net — Isu kejanggalan rekrutmen tenaga mitra Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kian memanas dan tak kunjung menemukan titik terang. Setelah ramai diberitakan banyak pelamar yang statusnya sempat tertulis lolos seleksi hingga mendapat penawaran kerja, namun dalam hitungan jam namanya lenyap dari sistem, pihak BPS Sumenep melalui bagian Teknologi Informasi (IT) akhirnya buka suara.

Kepala bagian IT BPS Sumenep memberikan penjelasan bahwa perubahan data yang terjadi secara mendadak itu diklaim murni karena adanya gangguan teknis atau kesalahan sistem (eror). Namun, penjelasan tersebut justru menuai keraguan besar, karena menurut informasi yang dihimpun awak media, indikasi gangguan atau kerusakan pada sistem itu justru terjadi di waktu yang sangat spesifik dan mencurigakan.

“Pihak bagian IT mengakui memang ada kendala. Katanya sistem mengalami eror. Tapi, berdasarkan pantauan dan keterangan yang kami dapat, eror itu justru terjadi berulang kali pada saat-saat tertentu saja. Yakni saat ada dugaan pihak tertentu hendak memasukkan apa yang disebut sebagai ‘paket pesanan’ dari desa maupun kecamatan ke dalam daftar nama pelamar,” ungkap sumber yang mengetahui seluk-beluk proses pendataan tersebut.

Artinya, dugaan kuat muncul bahwa sistem tidak bermasalah sepanjang waktu, melainkan hanya mengalami gangguan atau kegagalan proses saat akan dimanipulasi untuk memasukkan nama-nama yang diduga bukan berasal dari jalur pendaftaran resmi, melainkan pesanan atau titipan dari pihak-pihak tertentu di tingkat desa hingga kecamatan.

Hal ini semakin menguatkan anggapan publik bahwa alasan “sistem eror” hanyalah tameng atau alasan klasik untuk menutupi kelalaian maupun rekayasa data. Pasalnya, fakta di lapangan menunjukkan nama-nama yang hilang justru adalah mereka yang berkasnya lengkap, mendaftar secara resmi, dan memiliki kompetensi. Sementara itu, nama-nama yang tidak pernah mendaftar, tidak ikut tes, hingga satu keluarga seluruh anggotanya justru aman-aman saja tercantum di dalam daftar akhir, seolah tidak tersentuh gangguan sistem sedikit pun.

“Kalau benar sistemnya rusak atau eror, seharusnya semua data berantakan. Tapi kenyataannya, yang hilang dan terhapus hanya nama-nama pelamar biasa. Yang diduga titipan atau pesanan justru masuk dan bertahan. Ini jelas bukan kesalahan teknis, tapi kesalahan niat dari pengelolanya,” tegas salah satu wartawan yang terus memantau perkembangan kasus ini.

Sampai saat ini, penjelasan dari bagian IT BPS Sumenep yang hanya beralasan gangguan sistem dinilai tidak memuaskan dan dianggap mengada-ada. Masyarakat dan para pelamar yang merasa dirugikan menuntut penjelasan lebih rinci dan bukti nyata mengenai kapan tepatnya sistem mengalami gangguan, siapa yang mengakses sistem pada waktu terjadinya perubahan data, dan mengapa data yang dianggap valid justru dihapus.

Publik pun berharap BPS Pusat segera melakukan pemeriksaan mendalam terhadap riwayat akses dan perubahan data di sistem tersebut, guna membuktikan apakah benar ada gangguan teknis, atau justru ada permainan kotor yang bersembunyi di balik alasan “sistem eror” tersebut.”

Pewarta:HR

Tinggalkan Balasan