JAWA TIMUROlahragaSumenep

Harga Tiket Bupati Cup di RJ Impact Dikeluhkan, Tertulis Rp15 Ribu Dijual Rp20 Ribu

102
×

Harga Tiket Bupati Cup di RJ Impact Dikeluhkan, Tertulis Rp15 Ribu Dijual Rp20 Ribu

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – pagelaran turnamen bola voli Piala Bupati Cup yang berlangsung di lapangan RJ Impact, Desa Kasengan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, kembali menuai kontroversi. Kali ini, sorotan tajam ditujukan pada sistem penjualan tiket masuk yang dinilai tidak wajar dan merugikan penonton.senin 04/05/2026

Salah seorang penonton dengan inisial I mengaku kecewa dengan praktik penjualan tiket yang terjadi. Pasalnya, pada fisik tiket tertera nominal harga Rp 15.000, namun saat dibeli di lokasi, penonton dipungut biaya sebesar Rp 20.000.

Selisih Rp 5.000 per tiket ini tentu menjadi beban tambahan bagi masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingan.

“Pasalnya di tiket tertulis 15 ribu, tapi dijual 20 ribu,” ujar penonton dengan nada kecewa.

Tidak hanya tiket masuk, pungutan liar juga diduga terjadi pada sektor parkir. Menurut keterangan yang diterima, kolom keterangan biaya parkir pada tiket justru kosong atau tidak tertulis nominalnya.

Namun dalam praktiknya, panitia tetap menarik biaya parkir sebesar Rp 15.000 dari setiap kendaraan/mobil yang masuk. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa acara ini lebih mengutamakan keuntungan finansial.

Kejanggalan ini memicu dugaan kuat di masyarakat bahwa turnamen bergengsi yang mengatasnamakan Piala Bupati Sumenep ini justru dijadikan ajang bisnis oleh oknum tertentu.

Disebutkan bahwa oknum yang diduga memegang kendali dan memanfaatkan turnamen ini untuk keuntungan pribadi atau kelompok berasal dari pengurus PBVSI setempat dengan inisial R.

Padahal, event yang mengusung nama kepala daerah seharusnya bersifat memfasilitasi olahraga dan bisa diakses masyarakat dengan harga terjangkau, bukan justru memberatkan dan dijadikan komoditas bisnis.

Hingga berita ini diturunkan, tim media berupaya keras untuk mengonfirmasi dan meminta klarifikasi langsung kepada pihak penyelenggara terkait keluhan dan dugaan tersebut.
Namun sayang, upaya tersebut menemui jalan buntu.

“Sampai berita ini terbit, media ini tidak bisa menghubungi pihak penyelenggara dikarenakan keterbatasan akses,” tulis laporan lapangan.

Masyarakat pun kini berharap adanya perhatian dari pihak terkait, termasuk dinas olahraga dan panitia utama, untuk menindaklanjuti praktik yang merugikan ini demi menjaga nama baik turnamen dan citra olahraga di Kabupaten Sumenep.”

Pewarta:HR

Tinggalkan Balasan