JAWA TIMUROpiniSumenep

Rampok Berdasi dan Tidak Berdasi, Satu Paket Kejahatan yang Tak Berdosa?

21
×

Rampok Berdasi dan Tidak Berdasi, Satu Paket Kejahatan yang Tak Berdosa?

Sebarkan artikel ini
OPINI: oleh Subaidi

SUMENEP,Globalindo.net – Dalam tatanan kehidupan sosial dan politik kita saat ini, seringkali kita disuguhi ironi yang sangat menyedihkan. Ada dua jenis perampok yang bergerak di negeri ini, namun keduanya seolah memiliki kesepakatan diam untuk saling melindungi.

Yang satu berjas rapi, memakai dasi, duduk di gedung-gedung megah, dan memiliki gelar tinggi. Mereka adalah para koruptor. Yang satunya lagi bergerak di jalanan, tanpa atribut resmi, dan sering menjadi momok masyarakat biasa.

Ironisnya, keduanya kini seakan berkolaborasi. “Rampok berdasi koruptor dan rampok tidak berdasi, keduanya berkolaborasi seakan-akan tidak berdosa,” demikian potret nyata yang terjadi di lapangan.

Satu Mata Uang, Satu Tujuan,
Bagaimana mungkin mereka bisa bekerja sama? Jawabannya sederhana, karena sama-sama mengincar harta.

Rampok yang memakai dasi mengambil hak rakyat melalui anggaran negara, memotong sana-sini, hingga pembangunan tidak maksimal dan rakyat menderita. Sementara rampok tanpa dasi mengambil hak orang lain secara langsung di jalanan seperti milik pengusaha tapi secara samar.

Namun anehnya, keberadaan mereka seakan saling mengisi dan menutupi. Seolah ada kesepakatan bawah tanah bahwa “kita sama-sama mencuri, jadi jangan saling ganggu”. Akibatnya, kejahatan ini tumbuh subur seolah-olah itu adalah hal yang wajar, lumrah, dan tidak berdosa.

Yang paling dirugikan tentu saja masyarakat kecil. Mereka menjadi korban dari dua sisi pedang. Di satu sisi, hak-hak mereka dikorupsi oleh penguasa, di sisi lain keamanan mereka terganggu oleh tindak kriminal.

Padahal, keduanya sama-sama pelaku kejahatan. Entah itu merampok menggunakan amplop proyek atau menggunakan senjata lisan, pada dasarnya sama saja: mengambil hak orang lain dengan cara yang salah.

Sudah saatnya kita membuka mata. Jangan sampai kita terbuai oleh penampilan luar. Siapa pun yang merugikan orang lain, baik yang pakai dasi maupun yang tidak, mereka adalah penjahat yang harus dihukum seberat-beratnya.

Kejahatan tetaplah kejahatan, tidak peduli seberapa mahal baju yang dikenakannya.

Tinggalkan Balasan