JAWA TIMURSumenep

Percepat Evaluasi PTM, Dinkes P2KB Sumenep Dorong Optimalisasi Cek Kesehatan Gratis

18
×

Percepat Evaluasi PTM, Dinkes P2KB Sumenep Dorong Optimalisasi Cek Kesehatan Gratis

Sebarkan artikel ini

SUMENEP,Globalindo.net – Upaya pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) di Kabupaten Sumenep terus diperkuat. Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar Evaluasi Program PTM Tahun 2026 yang dilaksanakan lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Kegiatan berlangsung di Hotel D’Bagraf Sumenep, Selasa (21/04/2026), dan diikuti oleh 62 peserta. Mereka terdiri dari 31 Kepala Puskesmas dan 31 penanggung jawab program PTM dari seluruh wilayah, baik daratan maupun kepulauan, termasuk puskesmas hasil pemekaran baru.

Evaluasi ini menjadi momentum penting untuk mengukur capaian program sekaligus memperkuat strategi deteksi dini yang selama ini menjadi tantangan utama.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Sumenep, H. Achmad Syamsuri, S.Kep.Ns., M.H., menegaskan bahwa evaluasi tidak hanya soal administrasi, tetapi memastikan program memberikan manfaat nyata.

“Evaluasi ini kami lakukan untuk memastikan seluruh program PTM berjalan sesuai target, mulai dari pelaporan, pelaksanaan kegiatan, hingga inovasi layanan di masing-masing puskesmas,” kata H. Achmad Syamsuri.

Ia menjelaskan, percepatan agenda tahun ini berkaitan erat dengan penguatan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang mulai digencarkan sejak 2025 namun masih perlu dioptimalkan.

“Kami percepat evaluasi karena ada program Cek Kesehatan Gratis yang perlu kita dorong lebih maksimal. Salah satu tantangannya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan sejak dini,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai inovasi layanan menjadi sorotan positif. Sejumlah puskesmas kini menerapkan pendekatan jemput bola, salah satunya dengan melakukan skrining kesehatan di ruang publik, bahkan di tempat ibadah.

“Ada inovasi menarik dari teman-teman puskesmas, seperti melakukan skrining di masjid saat subuh. Ini langkah strategis karena langsung menyentuh masyarakat di waktu dan tempat yang tepat,” tambahnya.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, pengukuran berat dan tinggi badan, hingga konsultasi gizi dan kesehatan lingkungan secara gratis.

“Harapannya masyarakat bisa mengetahui kondisi kesehatannya sejak awal. Dengan begitu, penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan risiko komplikasi bisa ditekan,” tandasnya.

Tidak hanya ke masyarakat, program skrining juga diperluas ke internal tenaga kesehatan sebagai bentuk keteladanan pola hidup sehat. Langkah ini merupakan komitmen Dinkes P2KB untuk membangun sistem layanan yang adaptif, responsif, dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk wilayah kepulauan.”

Pewarta:Eka-HR

Tinggalkan Balasan