JAWA TIMURSumenep

Masih Berulang! Menu Dapur Manding Daya Kembali Berulat, Sayur Busuk Meski Sudah Disidak

28
×

Masih Berulang! Menu Dapur Manding Daya Kembali Berulat, Sayur Busuk Meski Sudah Disidak

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.net – Keluhan terhadap kualitas makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola Dapur Manding Daya, di bawah naungan Yayasan Dapur Alif Batu Putih, kembali mencuat. Kali ini, kejadian memprihatinkan terjadi pada hari Kamis, 16 April, di mana menu yang dibagikan kepada anak-anak PAUD diduga sudah berulat dan sayurnya busuk. Jum’at 17/04/2026

Yang membuat kejadian ini semakin mengejutkan, diketahui bahwa pada hari yang sama, lokasi dapur tersebut baru saja didatangi dan dilakukan inspeksi mendadak (sidak) oleh pihak berwenang.

“Padahal hari Kamis itu sudah ada sidak di dapur tersebut yang melibatkan Koramil Manding dan Dinas Lingkungan Hidup, akan tetapi masih saja menu yang dibagikan bermasalah,” ujar salah satu sumber.

Fakta ini menunjukkan bahwa meski sudah ada pengawasan dari aparat dan instansi terkait, standar kebersihan dan kualitas makanan di dapur tersebut dinilai masih sangat buruk dan tidak berubah.

Rabu Kecoak, Kamis Ulat, Wali Murid Murka , Kondisi ini semakin memperparah kemarahan para wali murid. Pasalnya, masalah serupa bukan kali ini saja terjadi. Baru sehari sebelumnya, hari Rabu, masyarakat juga sudah mengeluhkan adanya kecoak di dalam makanan.

Kini berganti hari, masalah justru bertambah parah dengan ditemukannya ulat dan sayur yang membusuk.

Melihat pola yang terus berulang dan membahayakan kesehatan anak-anak, salah satu wali murid berinisial G menuntut tindakan tegas dan keras.

Kondisi di dalam ompreng siswa

“Menu hari Rabu dan Kamis sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Yang hari Rabu ada kecoaknya, hari Kamis banyak ulatnya. Maka dari itu, saya meminta agar dapur tersebut ditutup saja,” tegasnya dengan nada emosi.

Wali murid menegaskan bahwa kesabaran masyarakat sudah habis. Mereka menilai pengelola tidak kunjung berbenah meski sudah berkali-kali melakukan kesalahan fatal yang mengancam keselamatan anak didik.

Oleh karena itu, desakan keras ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Satgas MBG untuk segera turun tangan.

“Wajib Pemerintah Kabupaten Sumenep mengambil tindakan tegas pada dapur tersebut,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat menanti langkah nyata dari pemerintah daerah agar kasus serupa tidak terus terulang dan anak-anak mendapatkan makanan yang benar-benar sehat dan layak.”

Pewarta: HR-Eka

Tinggalkan Balasan