SUMENEP, Globalindo.net – Kasus keberadaan bantuan ternak sapi di Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, kembali menimbulkan tanda tanya besar. Pasalnya, terjadi perbedaan keterangan antara Kepala Desa dengan pihak penerima bantuan yang bernama AY.
Sebelumnya, Kepala Desa Manding Timur membenarkan bahwa AY memang tercatat sebagai penerima bantuan sebanyak sepuluh ekor. Namun, anehnya saat penyerahan atau datang di lokasi, yang terlihat dan hadir hanya berjumlah sembilan ekor, sehingga satu ekor lainnya hilang tak tahu rimbanya.
Namun hal itu dibantah keras oleh penerima bantuan. Saat dikonfirmasi oleh awak media terkait jumlah sapi yang diterima, AY justru memberikan jawaban yang berbeda.
“AY mengatakan kalau sapinya ada semua. Dan sapi tersebut berasal dari Dewan,” ujarnya.
Ditanya Dewan Siapa dan Partai Apa, Langsung Bungkam
Kejanggalan semakin terlihat ketika wartawan mencoba menggali informasi lebih dalam. Menanggapi pernyataan AY yang mengklaim bantuan tersebut berasal dari “Dewan”, tim media kemudian meminta kejelasan.
“Ketika ditanya dewan siapa dan dari partai apa, AY tidak menjawab dan memilih diam,” tambahnya.
Sikap enggan menjelaskan ini semakin memicu dugaan bahwa ada sesuatu yang ditutup-tutupi terkait asal-usul dan jumlah sebenarnya bantuan sapi tersebut.
Sementara itu, hasil investigasi yang dilakukan di lapangan justru membenarkan keterangan Kepala Desa. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari tetangga sekitar rumah AY, mereka juga mengakui bahwa bantuan yang diterima memang sepuluh ekor tapi yang datang 9 ekor.
Namun fakta di lapangan menunjukkan hal lain. “Memang bantuan sapi itu sepuluh ekor, tapi waktu diterima cuma sembilan ekor, yang satu tidak ada,” ujar warga sekitar.
Hingga saat ini, keterangan antara pihak penerima bantuan yang mengaku “ada semua” bertolak belakang dengan fakta yang dilihat masyarakat dan pernyataan resmi dari Kepala Desa. Keberadaan satu ekor sapi yang hilang tersebut pun masih menjadi misteri yang belum terjawab hingga saat ini.
Pewarta:HR












