SUMENEP, Globalindo.net – Keberadaan bantuan ternak sapi program pemerintah yang masuk ke Desa Manding Timur, Kecamatan Manding, kini menjadi sorotan tajam. Pasalnya, dari total sepuluh ekor sapi yang seharusnya diterima,dan keberadaan sapi tersebut saat ini sudah tidak ada dan diduga kuat telah dijual oleh pihak penerima inisial AY.
Keluhan ini mencuat setelah warga sekitar melihat adanya kejanggalan dalam pengelolaan bantuan tersebut. Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Kepala Desa Manding Timur membenarkan adanya penerimaan bantuan tersebut.
Ia mengakui bahwa yang bersangkutan, bernama AY, memang tercatat sebagai penerima manfaat. Namun anehnya, saat sapi-sapi tersebut datang ke lokasi, yang terlihat dan hadir hanya berjumlah sembilan ekor.
“Memang benar AY dapat bantuan sapi, tapi waktu sapinya datang hanya sembilan ekor yang terlihat biasanya sepuluh ekor,” ujar Kades saat dikonfirmasi.
Sapi Dipelihara Tetangga, Diduga Dijual Tanpa Bagi Hasil
Lebih jauh dijelaskan, sisa sapi-sapi tersebut tidak dipelihara sendiri oleh penerima bantuan, melainkan dititipkan atau dipelihara oleh tetangganya. Namun kini, sapi-sapi yang dipelihara tetangga itu pun kabarnya sudah tidak ada dan diduga telah dijual.
Yang menjadi masalah dan memicu kemarahan warga adalah, meski diduga telah dijual, orang yang memelihara sapi tersebut tidak mendapatkan sedikit pun keuntungan atau hasil uang penjualannya.
“Apa lagi yang dipelihara tetangganya, dugaan juga dijual. Tapi yang memelihara tidak dikasih hasilnya dari jual sapi tersebut,” keluh sumber.
Dalam menjelaskan situasi tersebut, Kepala Desa sempat melontarkan kalimat bahasa Madura yang cukup mencengangkan terkait nasib sapi-sapi bantuan itu.
“Cong sapena tadek la ejuwel kabbi,” ucap Kades Manding Timur, yang artinya kurang lebih: “dik sapinya Sudah Tidak ada/habis di jual semuanya.”
Pernyataan ini semakin mengukuhkan dugaan masyarakat bahwa bantuan yang seharusnya bisa meningkatkan ekonomi warga justru lenyap tak berbekas dan diduga dimanfaatkan oleh oknum tertentu saja. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan rinci mengenai kemana perginya sapi yang satu ekor dan uang hasil penjualan sapi lainnya.”pungkasnya
Pewarta: HR












