Sumenep, Globalindo.net – Menu rapelan selama Lima Hari yang dibagikan oleh SPPG Al Hasani di wilayah Kalianget Timur Kecamatan Kalianget Kabupaten Sumenep Jawa Timur menjadi sorotan sejumlah pihak.
Paket makanan yang seharusnya menjadi bagian dari program pemenuhan gizi justru menuai kritik dari masyarakat setelah isi paket tersebut dinilai kurang layak.
Dalam paket yang beredar, terlihat sejumlah makanan seperti kue dalam kotak, satu buah apel, jeruk, susu kemasan, serta beberapa makanan ringan dan kurma yang ditempatkan dalam sebuah wadah plastik.
Namun, sebagian warga menilai komposisi menu tersebut tidak sebanding dengan harapan masyarakat terhadap program penyediaan makanan bergizi.
Beberapa warga menyampaikan bahwa menu yang diberikan tampak sederhana dan kurang mencerminkan standar makanan bergizi yang semestinya disediakan dalam program tersebut. Selain itu, tampilan paket yang terkesan seadanya juga memicu pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran dan kualitas penyediaan makanan.
“Kami berharap program seperti ini benar-benar memperhatikan kualitas dan kelayakan makanan yang diberikan, karena tujuan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan gizi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sorotan terhadap menu rapelan tersebut pun mulai ramai diperbincangkan di tengah masyarakat.
Warga berharap pihak penyelenggara dapat memberikan penjelasan terkait standar menu yang diberikan serta memastikan kualitas makanan yang dibagikan benar-benar sesuai dengan tujuan program.
Hingga berita ini ditulis, Media ini kesulitan Menghubungi pihak SPPG Al Hasani Kalianget Timur terkait sorotan masyarakat terhadap menu rapelan selama Lima hari tersebut.
Masyarakat berharap evaluasi segera dilakukan agar program penyediaan makanan yang menyasar masyarakat benar-benar memberikan manfaat yang optimal, baik dari sisi kualitas, kelayakan, maupun nilai gizi.”
Pewarta: HR












