JAWA TIMURPolitikSumenep

Tasyakuran DPC PDI Perjuangan Sumenep Bersama Ojol: Politik Kerakyatan di Era Ekonomi Digital

212
×

Tasyakuran DPC PDI Perjuangan Sumenep Bersama Ojol: Politik Kerakyatan di Era Ekonomi Digital

Sebarkan artikel ini

Sumenep,Globalindo.net — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sumenep menggelar tasyakuran bersama para pengemudi ojek online (ojol) dalam rangka memperingati hari ulang tahun Ketua Umum PDI Perjuangan, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri. Acara ini dihadiri Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang secara simbolik memotong tumpeng, disaksikan jajaran pengurus partai, kader, serta komunitas ojol.

Kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi merepresentasikan praktik politik kerakyatan yang berorientasi pada kelompok pekerja sektor informal. Dalam konteks ekonomi digital, pengemudi ojol diposisikan sebagai representasi marhaen modern—kelompok yang produktif namun rentan terhadap ketidakpastian pendapatan dan minimnya perlindungan sosial.

Ketua DPC PDI Perjuangan Sumenep menegaskan bahwa peringatan hari lahir Megawati Soekarnoputri merupakan refleksi ideologis atas ajaran Bung Karno tentang keberpihakan kepada rakyat kecil. Menurutnya, partai tidak boleh terjebak pada simbol kekuasaan, tetapi harus hadir secara nyata di tengah kehidupan sosial masyarakat.

Secara akademik, kegiatan ini dapat dibaca sebagai bentuk komunikasi politik partisipatif, di mana partai membangun relasi langsung dengan basis sosialnya. Pendekatan ini memperkuat legitimasi moral partai sekaligus mengikis jarak antara struktur politik dan realitas masyarakat akar rumput.

Dengan demikian, tasyakuran ini menegaskan bahwa politik bukan semata kontestasi elektoral, melainkan ruang solidaritas dan keberpihakan. Di tengah dinamika ekonomi digital, PDI Perjuangan Sumenep memposisikan diri sebagai aktor politik yang berusaha tetap berpijak pada nilai keadilan sosial.”

Pewarta: HR