PolitikInternasional

BENNY WENDA PEMIMPIN GERAKAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT MEMPROTES KUNJUNGAN PRABOWO KE INGGRIS

1685
×

BENNY WENDA PEMIMPIN GERAKAN KEMERDEKAAN PAPUA BARAT MEMPROTES KUNJUNGAN PRABOWO KE INGGRIS

Sebarkan artikel ini

WEST PAPUA – Benny Wenda, Presiden Pemerintah Sementara United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Memprotes Kunjungan Prabowo Subianto Presiden RI ke Inggris untuk kerja sama antar negara dengan membahas beberapa strategis bagi Indonesia. Mulai dari komitmen investasi bernilai miliaran pound sterling, penguatan kerja sama maritim, hingga kolaborasi pendidikan tinggi dengan universitas-universitas ternama Inggris. Kunjungan tersebut berlangsung pada hari Rabu 21/01/2026

Benny Wenda, Sebagai Pemimpin gerakan kemerdekaan bagi Papua Barat menyatakan dengan sangat jelas bahwa pemerintah Inggris seharusnya tidak menyambut penjahat perang Prabowo Subianto. Dalam pernyataan resminya yang diterima Media pada hari ini 22/01/2026

Presiden Wenda, mengatakan bahwa Prajurit tersebut terlibat dalam genosida di Timor Timur dan Papua Barat. Sebagai Jenderal Kopassus, ia memimpin pembantaian Kraras, di mana lebih dari 300 orang Timor yang tidak bersalah dibantai. Beberapa laporan menuduh bahwa ia secara pribadi menyiksa para korban selama pendudukan Indonesia di Timor Timur. Pungkas Wenda.

Dia seharusnya berada di Mahkamah Pidana Internasional, bukan di 10 Downing Street. Inggris tidak dapat membuat perjanjian iklim dengan Indonesia sementara Indonesia menghancurkan hutan Papua Barat untuk proyek deforestasi terbesar dalam sejarah dunia. Indonesia baru-baru ini telah merasakan dampak bencana iklim: banjir besar di Aceh dan Sumatra, yang menewaskan lebih dari 1000 orang dan menghancurkan lebih banyak rumah dan mata pencaharian. Tegasnya

Bagaimana Indonesia bisa mengelola Papua Barat jika mereka bahkan tidak mampu menjaga keselamatan rakyatnya sendiri? Bagaimana mereka bisa menghancurkan hutan kita, paru-paru dunia, ketika rakyat mereka sendiri sekarat akibat perubahan iklim? Untuk mendukung perusakan iklim mereka, lebih dari delapan puluh ribu pasukan keamanan Indonesia, termasuk 56.000 tentara dan 26.000 polisi, saat ini ditempatkan di seluruh kota dan desa di Papua Barat. Tambahnya

Akibatnya, terjadi pengungsian massal warga sipil Papua Barat – sebagian besar perempuan, anak-anak, dan lansia. Lebih dari 105.000 warga Papua Barat saat ini mengungsi akibat operasi militer Indonesia. Mereka hidup sebagai pengungsi di hutan, tanpa makanan, perawatan medis, atau pendidikan untuk anak-anak. Ribuan orang telah meninggal karena kelaparan atau penyakit. Ungkap Wenda

Prakira juga mengunjungi Kings College London, sebagai bagian dari upaya kekuatan lunak Indonesia untuk memperkuat hubungan mereka dengan universitas-universitas di Inggris. Tiga universitas – Kings, Queen Mary, dan Liverpool – telah membuat perjanjian dengan Indonesia. Mereka juga baru-baru ini mengirim delegasi ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Prabowo. Saya menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan staf di universitas-universitas ini untuk memprotes kesepakatan-kesepakatan ini. Tidak ada universitas yang seharusnya berurusan dengan penjahat perang ini. Dia memiliki darah Papua Barat di tangannya. Pungkas Presiden Wenda.

Perdana Menteri Keir Starmer dan pemerintah Inggris harus memahami beratnya tindakan mereka. Dengan menyambut Prabowo Subianto, Anda berjabat tangan dengan seorang pria yang dituduh melakukan pembunuhan massal. Minggu ini tiga orang kami telah dieksekusi oleh tentara Indonesia. Dua di antaranya adalah mahasiswa – dan Inggris menyambut Prabowo di universitas-universitasnya. Yang lainnya hanyalah seorang anak berusia tujuh tahun, Arestina Giban.

Pemerintah Sementara ULMWP menuntut agar Indonesia membuka Papua Barat untuk jurnalis dan mengizinkan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia untuk mengunjungi Papua Barat. Tutup Presiden Wenda.

Jurnalis : Dano Tabuni