JAWA TIMURDPRDNgawi

Rapat Koordinasi Stakeholder Yayasan SBK Dorong Layanan SPPG Unggul dan Zero KLB

481
×

Rapat Koordinasi Stakeholder Yayasan SBK Dorong Layanan SPPG Unggul dan Zero KLB

Sebarkan artikel ini

Magetan – Yayasan Shadoyo Bhakti Kasembadan (SBK) yang berada di bawah naungan Dahlia Group menyelenggarakan Rapat Koordinasi Stakeholder dengan tema “Mengawal Terwujudnya Layanan SPPG Zero KLB dengan Target Predikat SPPG Unggul”. Kegiatan ini dilaksanakan di Red Hotel Sarangan, Kabupaten Magetan, pada 13–14 Desember 2025.

Rapat koordinasi ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan dalam meningkatkan kualitas layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), khususnya dalam aspek keamanan pangan, higienitas, serta tata kelola operasional dapur SPPG agar terhindar dari Kejadian Luar Biasa (KLB).

Ketua Yayasan Shadoyo Bhakti Kasembadan, Agus Musa Cicul, dalam arahannya menyampaikan bahwa Yayasan SBK memiliki visi jangka panjang untuk terus berkembang dan berinovasi. Menurutnya, yayasan tidak ingin hanya berfokus pada pengelolaan dapur SPPG, namun juga berupaya memperluas peran dalam penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta edukasi gizi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Komitmen kami adalah menjadikan layanan SPPG yang dikelola Yayasan SBK benar-benar berkualitas, aman, dan profesional. Target zero KLB adalah keharusan, sementara predikat SPPG unggul menjadi standar yang ingin kami capai bersama,” tegas Agus Musa Cicul.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Darmawan Sutanto, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari fraksi Gerindra, yang memberikan dukungan dan apresiasi atas langkah Yayasan SBK dalam menjaga mutu layanan gizi. Ia menilai kolaborasi antara yayasan, pemerintah, dan seluruh stakeholder merupakan kunci keberhasilan program SPPG yang aman dan berkelanjutan.

Melalui rapat koordinasi ini, Yayasan SBK berharap terbangun kesamaan visi dan komitmen seluruh pihak dalam mengawal implementasi layanan SPPG yang unggul, bebas KLB, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.

As/Red