KAB BEKASI, Globalindo.Net – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),serta sebagai langkah Antisipasi terhadap gangguan keamanan masyarakat (Guantibmas),seperti pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), dan tawuran remaja. Kapolsek Cikarang Timur AKP Sugiharto,S.H.Memimpin langsung kegiatan patroli preventif di wilayah hukumnya pada Sabtu , (13/12/2025) Pukul 00.30 Wib dini hari.
Patroli ini melibatkan 10 personel piket fungsi Polsek Cikarang Timur, dengan menyasar sejumlah titik rawan kejahatan, seperti, Jalan Raya Citarik Lama, Sport City Desa Jatireja ,Bundaran Golf Kawasan Industri Jababeka 6, Stadion wibawa mukti, hingga bundaran Sinyar Jalan Urip sumoharjo yang sering digunakan untuk aktivitas mencurigakan seperti balap liar atau nongkrong.

Menurut Kapolsek Cikarang Timur AKP Sugiharto, S.H. kegiatan ini dilaksanakan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan, seperti aksi premanisme, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Patroli preventif ini kami lakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Kehadiran polisi di tengah-tengah warga secara langsung menunjukkan keseriusan kami dalam memelihara keamanan wilayah,”Ujar AKP Sugiharto ,S.H.
Patroli dilaksanakan dengan metode mobiling (bergerak) dan dialogis. Petugas berinteraksi langsung dengan warga yang ditemui, seperti petugas ronda atau karyawan di objek vital, untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas dan mendengarkan aspirasi terkait situasi lingkungan mereka.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan masing-masing. Segera laporkan kepada pihak berwajib, atau kantor Polsek terdekat jika menemukan hal-hal yang mencurigakan,” Tambahnya.
Selama pelaksanaan patroli, situasi di seluruh wilayah hukum Polsek Cikarang Timut terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan Kamtibmas yang signifikan, dan kegiatan berakhir dengan lancar.
Sinergi antara Polri dan masyarakat diyakini menjadi kunci utama dalam memperkuat keamanan lingkungan dan mencegah terjadinya tindak kejahatan.
(JM).












