BANDUNG, Globalindo.Net – Keberlangsungan dan pelayanan publik Perusahaan Umum Daerah (BUMD) Tirtawening Kota Bandung kini menjadi perhatian masyarakat. Pasalnya, masa penugasan Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Utama perusahaan air minum terbesar di Kota Bandung ini, Tono Rusdiantono Hendroyono, sudah memasuki batas waktu yang diduga telah berakhir.
Menurut informasi yang beredar, masa tugas Tono sebagai PLT Direksi sudah habis pada 17 November 2025. Meskipun demikian, hingga saat ini Pemerintah Kota Bandung melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) tampaknya belum melakukan langkah konkret dalam proses pengisian jabatan definitif tersebut. Situasi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan warga terkait kekosongan posisi penting di jajaran direksi perusahaan yang melayani sekitar 170 ribu pelanggan air bersih tersebut.
Masyarakat pun mendesak agar Pemkot Bandung segera membuka proses open bidding atau seleksi terbuka untuk mengisi posisi direktur utama secara resmi. Mereka menilai bahwa ketidakpastian ini bisa berdampak negatif terhadap pelayanan publik, terutama dalam memastikan kontinuitas layanan air bersih yang selama ini sudah cukup baik namun membutuhkan peningkatan kualitas dan efisiensi.
Namun demikian, bahwa kekhawatiran warga mungkin sedikit berlebihan. Sebagai perusahaan milik daerah yang telah berpengalaman mengelola layanan vital ini selama bertahun-tahun, Perumda Tirtawening memiliki sistem manajemen yang matang dan andal. Dengan adanya Standard Operating Procedures (SOP), otomatisasi teknologi, serta delegasi yang efektif kepada tim manajemen operasional, perusahaan mampu menjalankan aktivitasnya secara mandiri tanpa terlalu bergantung pada individu tertentu.
Selain itu, keberadaan sistem pengendalian internal dan pengawasan yang ketat juga memastikan bahwa operasional tetap berjalan optimal meskipun posisi strategis masih kosong. Pengalaman menunjukkan bahwa perusahaan besar seperti Tirtawening sudah menyiapkan rencana kontinjensi dan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas layanan. Fokus utama mereka adalah peningkatan produktivitas dan inovasi layanan berbasis teknologi digital serta pengembangan sumber daya manusia secara berkelanjutan.
Kondisi ini sejalan dengan tren global di bidang pengelolaan BUMD yang semakin mengedepankan efisiensi dan profesionalisme dalam menghadapi tantangan modernisasi industri air bersih. Pengelolaan risiko melalui perencanaan matang dan penerapan sistem otomatisasi memungkinkan perusahaan tetap tangguh dalam menghadapi berbagai kemungkinan gangguan operasional.
Meskipun begitu, desakan warga agar pemerintah segera menunjuk pejabat definitif tidak sepenuhnya tanpa dasar. Transparansi dalam proses pengisian jabatan sangat penting agar kepercayaan publik tetap terjaga serta memastikan bahwa tata kelola perusahaan berjalan sesuai prinsip good corporate governance. Langkah proaktif dari pemerintah daerah akan meningkatkan citra perusahaan sekaligus memberikan jaminan kepada pelanggan bahwa layanan mereka tetap prioritas utama.
Sebagai penutup, situasi saat ini menuntut keseimbangan antara kebutuhan mendesak untuk mengisi posisi strategis dan kepercayaan terhadap sistem manajemen internal perusahaan. Dengan kesiapan dan profesionalisme yang ada, Perumda Tirtawening Bandung diyakini mampu menjalankan tugasnya dengan baik hingga proses pengangkatan direktur utama definitif selesai dilakukan. Namun demikian, perhatian serius dari pihak terkait tetap diperlukan demi memastikan kesinambungan pelayanan air bersih bagi seluruh masyarakat Bandung.
Bandung, 25 November 2025
*) Pemerhati BUMD












