BandungBeritaJawa BaratPemerintahan

Pemotongan TKD Capai Rp600M Pemkot Bandung Lakukan Efisiensi Anggaran

254
×

Pemotongan TKD Capai Rp600M Pemkot Bandung Lakukan Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, Globalindo.Net – Pemeritah Kota Bandung diperkirakan kehilangan dana hampir Rp600 miliar akibat kebijakan pemangkasan dana transfer ke daerah (TKD) oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam APBN tahun anggaran 2026.

Diakui oleh Wali Kota Bandung Muhammad Farhan kebijakan pemotongan anggaran TKD tersebut dipastikan akan mempengaruhi kebijakan fiskal di APBD Kota Bandung.

Namun, dia memastikan bahwa pelayanan public tetap menjadi prioritas utama dan tidak akan mengalami penurunan kualitas.Untuk mengatasi defisit fiskal akibat pemangkasan TKD, Pemkot Bandung telah menyiapkan sejumlah langkah efisiensi dan penghematan anggaran.

“Penghematan pertama adalah belanja pegawai. Kami akan lebih selektif dalam pendaftaran dan pengelolaan pegawai tidak tetap,” ujar Farhan di Balai Kota Bandung beberapa hari lalu.

Dari hasil perhitungan efisiensi anggaran belanja pegawai dan perjalanan dinas ke luar negeri menunjukkan potensi penghematan mencapai Rp.300 miliar. “Efisiensi operasional sudah pasti, perjalanan dinas luar negeri 0, mobil dinas baru 0. Semalam saja kami berhasil menghemat hampir Rp.300 miliar,” tutur Farhan.

Farhan menekankan, langkah efisiensi ini hanya menyasar pada operasional pemerintahan dan tidak mengorbankan kualitas layanan dasar publik.

Dari total anggaran Kota Bandung sebesar Rp.7,8 triliun, Farhan menjelaskan sebagian besar dana sudah aman dan berasal dari sektor-sektor yang telah terjamin pendanaannya. Sementara itu, kekurangan sekitar Rp.600 miliar akan dicari solusi dengan memaksimalkan kerja sama bersama kementerian dan lembaga pusat.

“Kami akan maksimalkan kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, Kementerian Kesehatan, sampai BRIN. Itu akan jadi tambahan untuk menutup gap,” jelas Farhan.Pemkot Bandung optimis dengan langkah-langkah efisiensi dan dukungan dari pusat, pelayanan publik di sektor pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur di Kota Bandung akan tetap prima meski menghadapi pemangkasan dana transfer.

 

Rf