BeritaJawa BaratPeristiwa

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk, 8 Siswa Terjun Bebas ke Sungai

214
×

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk, 8 Siswa Terjun Bebas ke Sungai

Sebarkan artikel ini

PANGANDARAN, Globalindo.Net – Warga Dusun Nengklok, Desa Pajaten, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran, digemparkan oleh ambruknya sebuah jembatan gantung baru yang belum resmi diresmikan. Kejadian ini menyebabkan delapan siswa SMP IT Daarulhikmah terjatuh ke sungai di bawah jembatan, Sabtu pagi, 4 Oktober 2025.

Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat rombongan siswa sedang melakukan kegiatan olahraga jalan santai. Mereka berada di jembatan untuk menyeberang menuju sekolah di Tarikolot dan berencana berfoto bersama.
Tiba-tiba, pagar jembatan di sisi kiri roboh karena kawatnya terlepas, sehingga delapan siswa yang berada di dekat pagar tersebut langsung terjatuh ke sungai.Dari delapan siswa yang terjatuh, empat mengalami luka memar dan syok berat sehingga harus dirawat intensif di Puskesmas Cikembulan.

Mereka adalah Gina Sabha (kelas 8), Zaskia (kelas 8), Aulia Purnamasari (kelas 8), dan Shifa (kelas 7). Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.Jembatan gantung tersebut baru dibangun sekitar sebulan dan merupakan akses masyarakat antar dusun dan desa di wilayah Kecamatan Sidamulih. Proyek pembangunan jembatan dilakukan dengan dana CSR dari Telkom Indonesia. Jembatan ini memiliki panjang sekitar 20 meter, terbuat dari rangka baja, dengan alas plat besi berwarna-warni, dan pagar berbahan kawat jaring.

Ketua RT setempat menyatakan bahwa warga membantu proses pembangunan, tapi kejadian ambruk ini menunjukkan perlunya perbaikan agar jembatan bisa digunakan dengan aman oleh masyarakat.Berita ini menunjukkan pentingnya pengecekan dan perawatan jembatan gantung, terutama yang berfungsi sebagai akses vital komunitas, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.
(RF).