NasionalBeritaPemerintahan

Pemerintah Luncurkan Program Magang Bergaji Upah Minimum Provinsi Mulai 15 Oktober 2025

184
×

Pemerintah Luncurkan Program Magang Bergaji Upah Minimum Provinsi Mulai 15 Oktober 2025

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, Globalindo.Net – Pemerintah resmi mengumumkan peluncuran program magang berbayar yang memberikan upah minimal sesuai dengan Upah Minimum Provinsi (UMP), yang akan mulai diberlakukan pada 15 Oktober 2025. Program ini ditargetkan untuk menyerap fresh graduate, yaitu lulusan baru maksimal dalam kurun waktu satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan hal tersebut saat memimpin rapat koordinasi dengan holding BUMN dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara di Wisma Danantara, Jakarta beberapa waktu lalu, Jumat (3/10/2025).

Ia menegaskan kesiapan perusahaan BUMN dan swasta yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia untuk menerima tenaga magang dengan sistem pengupahan yang layak sesuai ketentuan berlaku.
Program magang bergaji ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi tantangan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi serta menyiapkan mereka dengan pengalaman kerja nyata.

Selain mendapatkan penghasilan sesuai standar UMP, para peserta magang diharapkan dapat mengasah keterampilan profesional dan memperluas jejaring dalam dunia kerja.

Airlangga menambahkan, kolaborasi pemerintah dengan BUMN dan pelaku usaha swasta diharapkan dapat mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Kadin Indonesia sebagai mitra strategis juga mendukung penuh program ini dan siap membantu memperluas kesempatan magang di berbagai sektor industri.

Rincian program magang ini meliputi:Target peserta: fresh graduate lulusan maksimal 1 tahun Upah yang diberikan: minimal sesuai Upah Minimum Provinsi di tempat magang Perusahaan peserta: BUMN dan perusahaan swasta anggota Kadin Indonesia Durasi magang: disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan dan pesertaTujuan: memberikan pengalaman kerja nyata dan meningkatkan keterampilan profesional Pemerintah menyambut program ini sebagai langkah konkrit memperkuat ekosistem ketenagakerjaan dan membuka peluang bagi generasi muda untuk berkontribusi aktif dalam pembangunan nasional.

Program magang bergaji juga diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Dengan dimulainya program pada pertengahan Oktober ini, seluruh pihak diharapkan dapat bersinergi untuk memaksimalkan manfaat bagi para peserta magang dan perusahaan yang menjadi tempat magang. Menteri Airlangga memastikan pemerintah akan terus memonitor dan mengevaluasi implementasi program agar berjalan efektif dan berkelanjutan.

Jadi perusahaan-perusahaan baik itu BUMN, perusahaan swasta yang tergabung dalam Kadin. Jadi yang program dari magang sudah siap dan kali ini perusahaan-perusahaan masuk di dalam sistem Siap Kerja,” kata Airlangga.

Ia juga mengatakan, para peminat program magang bergaji UMP atau sekitar Rp.3,3 juta itu sudah mulai bisa mengikuti proses pendaftaran di sistem SIAP kerja ID.

Anggaran untuk tahun 2025 senilai Rp.198 miliar, dan 2026 juga nilainya sama dengan target 20.000 penerima manfaat. Program ini dimulai Oktober 2025. Ini adalah bagian dari paket stimulus ekonomi 8+4+5.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menjelaskan, pelaksanaan program magang akan berlangsung dalam dua fase.

“Fasenya itu adalah perusahaan dulu yang kemudian akan memposting lowongan-lowongan, kami kasih waktu mungkin sekitar seminggu, setelah itu baru kemudian calon peserta itu memilih,” jelas Yassierli.

Soal jumlah perusahaan yang ikut serta, dia menegaskan tidak ada batasan. “Bebas. Syaratnya adalah mereka yang terdaftar memiliki izin usaha dan terdaftar di WLKP (Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan),” ujarnya.

 

Rf