Sapeken,globalindo.net – Masyarakat nelayan di Kepulauan Sapeken tengah dirundung keresahan akibat maraknya kapal porsen yang bebas berkeliaran di wilayah tangkap mereka. Sedikitnya 50 kapal porsen disebut beroperasi di sekitar perairan Pagerungan Besar, Pagerungan Kecil, Sadulang, Tanjung Kiaok, hingga Sakala.

Laut Sapeken yang selama ini dikenal kaya dengan ikan dan terumbu karang indah, kini justru membuat nelayan lokal hanya bisa meratapi nasib. Pasalnya, hasil tangkapan mereka semakin menipis dan tak lagi mampu mencukupi kebutuhan keluarga.
Ketua Kelompok Nelayan Oncor Sapeken, Muslimin, pada Rabu (10/9/2025) menyampaikan keresahan besar komunitas nelayan setempat. Ia menilai keberadaan kapal porsen tersebut seolah-olah tak lagi mengenal aturan.
“Kalau pun mereka memiliki izin, seharusnya tidak seenaknya berlalu-lalang di perairan Sapeken yang memang jadi tempat mencari ikan masyarakat. Apalagi jika mereka tidak berizin, kami meminta pihak berwajib segera mengusir kapal-kapal porsen itu,” tegas Muslimin.
Ia menambahkan, keberadaan kapal-kapal tersebut bukan hanya merugikan nelayan kecil, tetapi juga berpotensi memicu konflik horizontal di laut.
“Jangan sampai kami yang dipaksa berkonflik dengan mereka, sementara aparat hanya diam. Ini sama saja membiarkan kami dijarah di laut sendiri,” lanjutnya.
Para nelayan menekankan, pemerintah harus hadir untuk melindungi mata pencaharian mereka. Tanpa kepastian dan tindakan tegas, nelayan Sapeken khawatir kehidupan mereka akan semakin terpuruk.
Jurnalis : Yanto












