JAWA TIMURBeritaSumenep

Masyarakat Nelayan Sapeken Keluhkan Kelangkaan Solar, Diduga Ada Penyaluran ke Luar Kecamatan

895
×

Masyarakat Nelayan Sapeken Keluhkan Kelangkaan Solar, Diduga Ada Penyaluran ke Luar Kecamatan

Sebarkan artikel ini

Sapeken, globalindo.net – Masyarakat nelayan di Kecamatan Sapeken, Kabupaten Sumenep tengah menghadapi kesulitan serius dalam memperoleh bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis solar. Sejumlah nelayan menuturkan, pembelian solar di Agen Penyalur Minyak dan Solar (APMS) Sapeken kini dilakukan dengan sistem jatah, sehingga kebutuhan mereka untuk melaut tidak tercukupi.

Para nelayan menyebutkan, setiap kapal nelayan hanya diberi jatah sekitar 30 hingga 60 liter setiap kali kapal tanker BBM datang. Jumlah tersebut dinilai sangat minim, mengingat rata-rata kebutuhan solar untuk sekali melaut bisa mencapai ratusan liter.

“Untuk sekali melaut saja bisa butuh lebih dari 60 liter. Kalau hanya dikasih 30 sampai 60 liter, jelas tidak cukup. Akhirnya banyak nelayan yang tidak bisa berangkat atau harus mencari cara lain,” ungkap salah seorang nelayan, Sabtu (31/8/2025).

Ketika stok solar di APMS habis, nelayan Sapeken semakin terjepit. Mereka terpaksa membeli solar dari pengecer dengan harga lebih mahal dibandingkan harga resmi. Kondisi ini menambah beban biaya operasional dan semakin memperkecil keuntungan yang diperoleh dari hasil tangkapan.

Selain itu, beredar dugaan di kalangan masyarakat bahwa sebagian solar yang seharusnya diperuntukkan bagi nelayan justru disalurkan keluar Kecamatan Sapeken. Dugaan ini semakin memperkuat keresahan karena nelayan merasa tidak mendapatkan haknya.

“Kami dengar kabar solar dijual keluar Sapeken. Kalau benar, itu jelas merugikan nelayan di sini. Kami yang paling butuh justru kesulitan, sementara orang di luar kecamatan bisa dapat lebih mudah,” tambah seorang nelayan lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, media ini masih berupaya mendapatkan klarifikasi dari Pengelola APMS Sapeken. Namun beberapa kali dihubungi melalui telepon, yang bersangkutan tidak merespons.

Masyarakat nelayan berharap pemerintah daerah bersama Pertamina segera turun tangan melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi BBM bersubsidi. Mereka menekankan pentingnya penyaluran tepat sasaran agar nelayan Sapeken dapat kembali melaut tanpa terkendala keterbatasan bahan bakar.

“Kalau masalah ini tidak segera diatasi, dampaknya sangat besar. Nelayan tidak bisa melaut maksimal, pendapatan menurun, dan perekonomian keluarga ikut terganggu,” pungkas seorang tokoh masyarakat setempat.

Pewarta: Yan