SUMENEP, Globalindo.net – RSUD dr. H. Moh. Anwar yang hadir meramaikan Madura Culture Festival 2025 di Stadion A. Yani Sumenep menjadi salah satu stand yang ramai pengunjung dari berbagai kalangan masyarakat. Jum’at (29/08/2025) malam.
Berbagai Inovasi layanan kesehatan stand RSUD dr. H. Moh. Anwar, seperti layanan Mobile JKN, konsultasi dokter, Fisioterapi, mampu menjadi magnet bagi pengunjung yang datang untuk mendapatkan layanan kesehatan prima.
Direktur utama RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati., M.Kes menuturkan bahwa keikutsertaan RSUD dr. H. Moh Anwar bukan sekedar ikut ambil bagian dalam Madura Culture Festival 2025 yang diselenggarakan Pemkab Sumenep, melainkan untuk mendekatkan layanan kesehatan dengan masyarakat.
” Melalui acara ini masyarakat atau pengunjung yang datang bisa lebih dekat merasakan kualitas layanan kesehatan RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, ” terang Direktur RSUD Sumenep, dr. Erliyati., M.Kes.
Menurutnya, berbagai inovasi layanan kesehatan yang dihadirkan di standnya sangat efektif dimanfaatkan para pengunjung. Sentuhan petugas kesehatan yang ramah tamah akan memberikan pelayanan kesehatan yang berintegritas dan profesional.
” Petugas kesehatan akan memberikan pelayanan yang profesional dan prima sebagai wujud komitmen dalam mendukung rangkaian Madura Cultrure Festival 2025 yang digelar hingga 3 September 2025,” tegasnya.

Ia mengharapkan para pengunjung tidak segan-segan memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan secara efektif dan berkualitas di stand rumah sakit palat merah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.
Salah seorang pengunjung stand RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Tatik, menuturkan kepuasannya saat memanfaatkan inovasi layanan kesehatan yang dihadirkan di tengah berlansungnya Madura Culture Festival 2025.
” Saya sangat puas dengan layanan kesehatan RSUD dr. H. Moh. Anwar dalam melayani pasien atau pengunjung yang datang untuk memeriksakan kondisinya. Para petugas sangat ramah tanah melayani saya,” ungkapnya. Kamis (29/08/2025)
Madura Culture Festival 3 tak hanya menjadi wahana pelestarian budaya yang eksotik dan promosi ekonomi kreatif lintas OPD, Kecamatan, BUMN, dan BUMD , tetapi juga menjadi pusat kolaborasi kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat yang dapat mendongkrak perekonomian lokal.”
Pewarta: HR












