SUMENEP,Globalindo.net – Mahasiswa asal kepulauan seperti Kangean, Sapeken, Raas, Gayam, Sepudi, dan Masalembu terus menjadi tumpuan harapan masyarakat di daerah terpencil. Mereka bukan hanya menuntut ilmu di perantauan, tetapi juga sedang mempersiapkan diri menjadi agen perubahan bagi kampung halaman mereka.
Hal ini disampaikan oleh Hariyanto, S.Pd, seorang pemerhati sosial kepulauan yang menyuarakan semangat mahasiswa kepulauan dalam sebuah refleksi berjudul “Dari Pulau Kita Berangkat, Untuk Pulau Kita Kembali”. Ia menyebut bahwa para mahasiswa kepulauan adalah simbol ketangguhan dan harapan, bukan hanya karena tekad menempuh pendidikan tinggi, tetapi juga karena semangat mereka untuk kembali membangun tanah kelahiran.
“Jangan pernah merasa kecil karena berasal dari pulau. Justru dari keterpencilan itulah, kalian membawa cahaya: ketangguhan, kesederhanaan, dan semangat pulang membawa perubahan,” ungkap Hariyanto.
Dalam pesannya, ia menyinggung realitas banyak mahasiswa kepulauan yang berjuang dengan keterbatasan. Tak sedikit yang kuliah sambil bekerja paruh waktu, menahan rindu keluarga, dan tetap bertahan di tengah tekanan hidup di kota besar. Namun menurutnya, justru dari perjuangan itulah lahir kekuatan luar biasa yang tak bisa dipelajari di ruang kelas mana pun.
Hariyanto juga mengingatkan agar mahasiswa tidak sekadar mengejar gelar, tetapi juga memiliki tekad untuk kembali dan berkontribusi bagi daerah asalnya.
“Kalian bukan sekadar mahasiswa. Kalian adalah utusan pulau. Dan setiap peluh yang kalian teteskan hari ini, kelak akan menjadi embun harapan bagi anak-anak pulau yang lain,” tulisnya penuh makna.
Ia menutup pesannya dengan kalimat yang menyentuh:
“Jangan pulang hanya membawa ijazah. Pulanglah membawa semangat baru. Kalian anak laut. Anak badai. Anak yang tahu bagaimana bertahan dan berenang di antara gelombang. Dan kalian pasti bisa.”
Seruan ini menjadi penyemangat moral bagi para mahasiswa kepulauan agar tidak melupakan jati diri dan tujuan besar mereka. Bahwa ilmu yang mereka bawa bukan hanya untuk masa depan pribadi, tetapi juga untuk menerangi pelabuhan-pelabuhan kecil yang pernah membesarkan mereka.”
Pewarta : Yanto/HR












