JAWA TIMURSumenep

Safari Kepulauan Polres Sumenep: Saatnya Kapolsek Arjasa Dapat Atensi Lebih untuk Ketertiban Jalan Raya

187
×

Safari Kepulauan Polres Sumenep: Saatnya Kapolsek Arjasa Dapat Atensi Lebih untuk Ketertiban Jalan Raya

Sebarkan artikel ini
Hariyanto, S. Pd - Pemerhati Sosial dan Kepulauan

Kepulauan Kangean, khususnya Kecamatan Arjasa, merupakan wilayah yang tidak bisa lagi dipandang sebagai kawasan terpencil tanpa dinamika. Lalu lintas di pagi dan siang hari begitu padat, bukan hanya oleh masyarakat umum, namun juga para siswa dan guru yang berangkat dan pulang sekolah. Ironisnya, di sepanjang jalan utama Arjasa, banyak sekolah seperti SD dan SMP yang letaknya sangat berdekatan dengan jalan raya. Tidak sedikit pula pertigaan yang rawan kecelakaan, dan hal ini tentu menjadi alarm bagi keselamatan warga.

Dalam konteks ini, kegiatan Safari Kepulauan yang digelar oleh Polres Sumenep menjadi langkah positif dan sangat diapresiasi masyarakat. Patroli yang berorientasi pada penertiban lalu lintas menjadi oase baru dalam ikhtiar menjaga keselamatan pengguna jalan di wilayah kepulauan. Namun demikian, apresiasi ini seyogyanya dibarengi dengan atensi yang lebih besar, terutama kepada jajaran Polsek Arjasa sebagai ujung tombak di lapangan.

Kapolsek Arjasa saat ini memimpin dengan jumlah personel yang sangat terbatas — sekitar 25 orang saja — untuk melayani dan menjaga wilayah yang cukup luas dengan jumlah penduduk yang terus berkembang. Rasio antara jumlah polisi dan penduduk jelas timpang. Kondisi ini tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama jika kegiatan penertiban ingin dilakukan secara konsisten dan tidak hanya bergantung pada momen safari kepulauan.

Maka sudah sepatutnya Kapolres Sumenep memberi atensi lebih terhadap kebutuhan Polsek Arjasa. Penambahan personel bukan lagi sekadar usulan, tapi menjadi kebutuhan mendesak demi terjaminnya ketertiban dan keselamatan warga. Idealnya, patroli dan penertiban tidak hanya dilakukan pada pagi hari, tapi juga saat jam-jam pulang sekolah yang sering kali menciptakan kepadatan jalan, meski Arjasa masih berstatus wilayah kepulauan.

Harapan masyarakat cukup jelas: jangan hanya menjadikan kegiatan safari sebagai rutinitas temporer, tapi sebagai pemicu gerakan berkelanjutan dalam menata lalu lintas kepulauan. Penambahan personel, sinergi dengan sekolah, serta penempatan petugas di titik rawan kecelakaan harus menjadi bagian dari langkah nyata.

Kepulauan Kangean, khususnya Arjasa, pantas mendapatkan perhatian yang lebih besar — bukan karena ingin disama-ratakan dengan daratan, tapi karena keselamatan dan ketertiban adalah hak semua warga negara, tanpa terkecuali.

Oleh: Hariyanto, S. Pd
– Pemerhati Sosial dan Kepulauan