BeritaJAWA TIMURPeristiwaSumenep

Respons Cepat Kapolres Sumenep,AKBP Henri Noveri Santoso,S.H.,S.I.K.,M.M., Terkait Vidio Viral Gank Motor menganiaya Warga

564
×

Respons Cepat Kapolres Sumenep,AKBP Henri Noveri Santoso,S.H.,S.I.K.,M.M., Terkait Vidio Viral Gank Motor menganiaya Warga

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, Globalindo.Net//– Respons cepat ditunjukkan oleh Kapolres Sumenep, AKBP Henri Noveri Santoso, S.H., S.I.K., M.M., setelah video pengeroyokan brutal oleh sekelompok genk motor viral di media sosial.

Video berdurasi 16 detik tersebut memperlihatkan aksi kejam yang terjadi di Jalan Raya Lingkar Barat, tepatnya di depan rumah sakit baru di Kecamatan Batuan, pada Kamis (5/12/2024).

Dalam video tersebut, terlihat pengendara motor menjadi korban pengeroyokan hingga tergeletak tak berdaya.

Peristiwa itu menuai kecaman luas dari masyarakat.

Menanggapi insiden tersebut, Kapolres langsung memerintahkan Kasatreskrim dan Kasatlantas untuk segera melakukan penyelidikan mendalam.

“Sudah saya perintahkan Kasatreskrim dan Lantas untuk melakukan penyelidikan,” tegas Kapolres Sumenep.

Kapolres juga meminta kerja sama dari pewarta dan masyarakat untuk menyampaikan informasi tambahan terkait kasus tersebut guna mendukung proses penanganan.

“Jika ada info lanjutan, tolong sampaikan,” imbuhnya.

Berdasarkan informasi, insiden pengeroyokan itu terjadi saat kelompok geng motor diduga tengah bersiap melakukan balap liar.

Aksi mereka dianggap sudah diluar prikemanusiaan dan sangat meresahkan masyarakat sekitar.

Wawan, seorang warga sekitar, mendesak pihak kepolisian untuk segera bertindak tegas terhadap kelompok geng motor.

“Kejadian seperti itu jangan sampai terulang kembali. Sumenep bukan tempat bagi manusia-manusia arogan,” ujarnya.

Ia juga berharap razia geng motor bisa lebih sering dilakukan.

“Tolong Pak Kapolres agar intens melakukan razia geng motor di Sumenep. Ini sudah sangat meresahkan,” tambahnya.

Kapolres Sumenep menegaskan bahwa menjaga kondusivitas wilayah adalah prioritas utama.

“Kasus ini diharapkan bisa menjadi perhatian semua pihak agar aksi serupa tidak kembali terjadi di masa depan,” tukas AKBP Henri. ***

Pewarta:HR

Editor:Purwati