BekasiBeritaJawa Barat

Proyek Pengecoran Jalan di Jln. Pasar Bojong-Cipayung Kabupaten Bekasi Diduga Bermasalah

1412
×

Proyek Pengecoran Jalan di Jln. Pasar Bojong-Cipayung Kabupaten Bekasi Diduga Bermasalah

Sebarkan artikel ini

KAB. BEKASI-JABAR

Gobalindo.Net// Pengecoran jalan di Jln. Pasar Bojong-Cipayung bersumber dari APBD Kab. Bekasi TA 2024, dalam pelaksanaanya meninggalkan sejumlah kejanggalan, tidak adanya papan nama kegiatan membuat masyarakat tidak mengetahui berapa nilai anggaran dan volume pekerjaan. 15/8/2024.

Proyek yang dikerjakan selama 10 hari itu, dengan perkiraan panjang 50m, lebar 5m dan tinggi 0,25m menurut konsultan merupakan proyek pengalihan atau tambahan, mereka mengatakan hanya mengikuti arahan dari dinas.

“Saya hanya mengikuti arahan Dinas bang.” Tuturnya kepada tim Globalindo saat ditemui dilapangan, 4/8/2024.

Selain lemahnya pengawasan diduga pekerjaan tidak sesuai dengan RAB, juga menuai kritik serta keluhan warga, karena dampak yang ditimbukan berupa kemacetan dan polusi udara.

Tim menduga ada sesuatu yang ditutup-tutupi, alih alih proyek tambahan atau pengalihan dari kegiatan yang sudah dilaksanakan, justru lokasi kegiatan proyek berbeda dengan nama jalan dan nama desa.

Kejanggalan lain yaitu pembongkaran beton lama tidak maksimal, pemadatan menggunakan stemper hingga peletakan pembesian waktu pengecoran antara besi dowel dan tibar ada jarak kurang lebih 1m juga ada pengecoran kurang lebih 4m yang tidak menggunakan pembesian, sedangankan kegiatan yang sudah dilaksanakan sebelumnya tidak ada pembongkaran beton lama juga pemadatan dasar.

Sehingga memunculkan pertanyaan, apakah mungkin satu kegiatan proyek bisa berbeda RAB?

Bang Mpe Salah seorang warga yang ikut menyaksikan pengerjaan pengecoran mengatakan kepada kami terkait dengan adanya kejanggalan tersebut.

“Bongkaran beton lama itu tidak maksimal, ada yang dibongkar sampai tanah/dasar ada juga atasnya doang dan puing-puing bongkahan beton itu diampar untuk meratakan jalan yang akan dicor, dan itu debu banyak banget ampir tiap hari saya membersikan toko dan mengepel lantai juga usaha warung saya total tutup,” ujar Mpe.

Sementara itu Kabid Jalan dan Wasdal Dinas Sumber Daya Air Bina Marga Dan Bina Kontruksi Kabupaten Bekasi tidak memberikan respon saat diminta konfirmasi lewat pesan Whastapp oleh Tim hingga berita ini diterbitkan.

(Br – Os)