ArtikelJawa BaratKabupaten BandungSosial dan budaya

Kue Serabi Kudapan ‘Legen’ Yang Masih Eksis Hingga Kini

1302
×

Kue Serabi Kudapan ‘Legen’ Yang Masih Eksis Hingga Kini

Sebarkan artikel ini

ARTIKEL

Globalindo.Net // Jawa Barat, memiliki aneka jenis kuliner legendaris yang masih lestari hingga kini. Salah satunya adalah serabi atau surabi (sunda,red). Serabi BANDUNG adalah makanan yang terbuat dari tepung beras yang dicampur santan kelapa muda.

Kudapan serabi tersebar di pelosok desa hingga pusat kota BANDUNG Meski tidak sebanyak seperti tempo dulu, kuliner kaki lima ini tetap eksis, tak luntur oleh zaman.

Mak Eti Salah satu pedagang serabi di Jl. Sepen Baleendah Kab. Bandung. Mak Eti 71 tahun menutur kan bahwa dirinya sudah 17 tahun berjualan serabi, meneruskan profesi orang tua (Ibu), ibunya Mak Eti dulu berjualan kue serabi di Jl. Veteran Bandung, ujarnya, (03 /8/2024).

Ditengah gempuran makanan modern diperkotaan Mak Eti masih tetap bertahan jualan surabi, hal tersebut dilakukan demi membiayai kehidupan sehari-hari keluarganya.

Alhamdulilah sekedar buat makan mah ada, dari hasil jualan surabi ini walaupun tidak untung banyak tetap di syukuri. Ucapnya, sambil tak henti-hentinya membuka tutup wajan serabinya takut kegosongan.

Biasa nya kalo lagi rame bisa bawa uang 100 ribu itu belum di potong sama modal.

Apa lagi di jaman sekarang bahan pokok pada mahal untuk bertahan hidup sangat susah jaman sekarang mah maka nya ibu tidak berani menaikan harga takut ga laku, tutur Mak Eti sambil tersenyum.

Jauh dari peralatan modern, pembuatan kue serabi hanya bermodalkan tungku kecil dan wajan yang terbuat dari gerabah tanah serta kayu bakar sebagai bahan bakarnya. Persis seperti tempo dulu.

Sementara bahan dasar kue yang digunakan tak sembarangan. Pemiliknya menggunakan bahan berkualitas, mulai dari santan, tepung beras, hingga beberapa produk lainnya. Proses untuk membuat adonannya juga cukup sederhana, tapi rasa yang dihasilkan luar biasa enak di lidah.

Surabi yang di buat Mak Eti ini memiliki dua varian rasa yaitu yang bertabur oncom atau polos, biasa nya yang polos itu buat anak anak.

Mak Eti mulai berjualan serabi,  dari pagi hari sampi siang. Kebanyakan pembelinya adalah ibu-ibu yang hendak mencari menu sarapan. Namun, tak sedikit pula anak muda juga membeli surabi tersebut.

“Tidak hanya enak, harganya memang sangat murah hanya Rp 2000 . Apalagi, bagi kantong masyarakat ,” pungkas Mak Eti.

Galih